Blog Keywords

Keyword for Writing

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » Archive for July 2011

7/29/11

Ramadhan Yang Berbeda

Ramadhan Yang Berbeda
Ramadhan kali ini sangat berbeda, tidak ada ucapan selamat dari siapapun walau itu sekedar sms ucapan Marhaban ya Ramadhan seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin karena sekarang dia memakai nomor baru, dia memang sering mengganti nomor handphonenya, paling lama nomor yang dia pakai setahun. Nomor barunya pun belum semua temannya yang tau jadi tidak ada ucapan menyambut Ramadhan walau itu sekedar sms. Selama ini dia memang selalu merahasiakan nomor handponenya entah kenapa, mungkin karena untuk menghindari seseorang.

Tapi Ramadhan kali ini memang sangat berbeda dari sebelumnya, selain tidak ada ucapan-ucapan, dia juga akan melewati Ramadhan ini sendirian karena teman kosannya lagi KKN di daerah terpencil yang jauh disana. Ramadhan kali ini betul-betul berbeda karena baru kali ini dia mendapati bulan Ramadhan benar-benar sendiri. Sebenarnya dia ingin pulang kampung tapi belum siap, makanya dia menjadikan harga tiket sebagai alasan untuk tidak pulang karena kemahalan, padahal orang tuanya bisa saja mengirimkan uang pembeli tiket kalau dia minta. Tapi dia benar-benar belum siap untuk pulang kampung kali ini mungkin karena beban mental. Dia belum bisa apa-apa kalau pulang kampung, akhirnya dia pun melewati bulan yang penuh berkah ini sendiri.

Walaupun sebenarnya ada keluarganya di daerah ini dan dia bisa saja ke ruhmahnya dan Ramadhan disana, tapi dia segan mengingat suaminya seorang pelaut. Takut mengganggu keduanya karena dia jarang bersama. Akhirnya dia pun memutuskan untuk Ramadhan sendiri di kosannya. Dia, sekali lagi merasa Ramadhan kali ini benar-benar berbeda dari Ramadhan-ramadhan sebelumnya.

Tapi dia tidak mau melewatkan Ramadhan ini begitu saja, dia sudah menuyusun jadwal Ramadhan. Mudah-mudahan jadwal itu bisa dijalaninya degan baik. Dia ingin Ramadhan ini benar-benar berkesan walaupun dia melewatinya sendiri, dia akan berusaha menikmatinya. Dia akan menghabiskan waktu di bulan Ramadhan dengan banyak membaca dan beribadah, mempersiapkan diri supaya Ramadhan yang akan datang sudah siap untuk pulang dan Ramadhan bersama keluarga.

Dia akan memperbanyak membaca buku-buku agama, seperti karya-karya Quraish Sihab dan buku-buku agama lainnya. Supaya Ramadhan ini tidak terlewatkan begitu saja. Jika semua rencananya berjalan dengan lancar maka itulah yang dianggapnya sebagai hidayah. Dia akan mendapatkan hidayah di bulan Ramadhan ini kalau dia melewatinya dengan sungguh-sungguh. Mudah mudahan yang dia rencanakan berjalan dengan baik dan kita semua mendapat hidayah di Bulan yang penuh berkah ini.

Amiiiin…
9
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
1:43 AM

7/27/11

Nikmatnya Mudik

Nikmatnya Mudik
Apasih nikmatnya mudik??
Tahun ini merupakan tahun ke dua Dia lebaran di jakarta, itu artinya sudah dua kali lebaran Dia tidak di kampung , itu artinya juga sudah kurang lebih dua tahun Dia tidak bertemu dengan orang tuanya. tapi Dia sering ngobrol dengan orang tuanya pake nomor telkomsel untuk melepaskan rindu.
walaupun ada rencananya untuk mudik tapi kayaknya sudah terlambat karena liburan tinggal sedikit. beberapa hari yang lalu juga Dia sempat daftar mudik bareng telkomsel tapi kayaknya tidak menang karena syaratnya harus sering-sering isi pulsa. padahal Dia sendiri jarang isi pulsa karena telkomsel banyak gartisnya jadi pulsanya habisnya lama.
kata orang mudik itu asyik, tapi Dia belum merasakan nikmatnya mudik itu karena Dia sendiri belum pernah mudik sejak meninggalkan kampungnya. mungkin budaya mudik itu tidak berlaku baginya karena dia bukan orang jawa yang notabene mudik itu ciri khas orang jawa.
Dia juga memilih tidak pulang kampung menjelang lebaran karena padatnya arus mudik menjelang lebaran yang bisa membahayakan jiwa, tidak sedikit kan nyawa yang melayang pas mudik. Dia lebih memilih mudik pas bukan musim mudik karena menurutnya lebih aman. kalau sempat mungkin pas liburan semester ganjil nanti Dia mudik. mudah-mudahan Dia bisa merasakan nikmatnya mudik itu.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
10:56 PM

7/26/11

Pusing.. [ga tau nulis apaan. awalnya sih mau dikasi judul "Pertarungan Melawan Diri Sendiri" tapi ga tau jadinya gini]

Pusing.. [ga tau nulis apaan. awalnya sih mau dikasi judul "Pertarungan Melawan Diri Sendiri" tapi ga tau jadinya gini]
ternyata saya masih kalah dengan diri saya karena apa yang saya inginkan selalu tidak sama dengan apa yang saya lakukan , selalu ada pertentangan di dalam diri saya entah kenapa begitu sulit melawan diri sendiri, tadi pagi aja saya bangun jam satu siang walaupun sebenarnya sudah bukan pagi sih, hari itu merupakan pemecah rekor jkarena baru hari itu saya bangun kesiangan betul, biasanya saya bangun jam sepuluh. walaupun rencananya saya bangun jam empat karena semalam sebelum tidur sudah pasang alarm jam 4 .

sebenarnya saya bangun waktu alarm itu bunyi tapi saya hanya bangun untuk mematikan alrm itu, niatnya sih pengen lurusin badan dulu sebelum bangun , eh malah keasikan dengan mimpi sampai bangunnya jam satu siang, selalu ada dorongan dari dalam diri sih untuk bangun tapi entah kenapa tidur hari itu terasa lebih nikmat apalagi ditemani dengan mimpi yang seru-seru abis.

saya kemudian sadar kalau selama ini saya selalu kalah dengan diri saya, selalu ada yang saya rencanakan, tapi tidak saya lakukan saya lebih senagn bermalas-malasan karena memang saat ini saya sednag libur jadi hari-hari lewat bgitu saja tanpa ada yang istimewa setiap harinya mungkin karena setiap hari tidak ada yang mesti diselesaikan. saya cuma menjelajah didunia maya tanpa menemukan apa-apa yang istimewa. itu-itu aja setisap harinya mencoba menemukan tapi belum ketemu.

film-film yang seru juga sudah abis di download semua, jadi bete setiap harinya tidak tau mau apa saya berusaha menulis tapi itupun serasa terpaksa karena tidak ada yang lain yang bisa dilakukan, kwalitas tulisan juga begitu-begitu aja tidak ada peningkatan setiap hari memang karena salah satunya malas menulis . dulu alasannya malas menulis karena tidak ada laptop untuk menulis sekarang sudah ada malah sama aja malas menulis, menulis juga kadang mod2tan sih, kalau lagi pengen menulis ya tdk menulis apalagi kalau lagio ga pengen

melawan diri sendiri itu memang lebih susah di bandingkan melawan siapapun kecuali kalau sudah terbiasa, dimana-mana memang harus terbiasa dulu , kalau sudah terbiasa mah gampang. masalahnya bagaimana caranya supaya terbiasa? ya lakukan setiap hari , karena kata pepatah ala bisa karena biasa . biasa itu harus dilakukan setiap hari. jadi jangan mau terpaku oleh keadaan apalagi mood. karena mood itu juga datangnya tidak sesering yang kita inginkan, kita harus menciptakan mood itu sendiri jangan ditunggu datangnya.

mungkin sudah cukup sekin dulu karena saya mau liat yang lain lagi.
2
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
4:28 AM

7/19/11

Kekuatan Tradisi Agama

Kekuatan Tradisi Agama

Dalam perjalanan sejarahnya, ajaran agama dan tradisi lokal saling berbaur dan tidak bisa dipisahkan meskipun secara teoritis bisa dibedakan.Agama besar selalu melahirkan tradisi besar, sementara tradisi budaya yang sudah mapan tidak mudah berubah dan digeser oleh agama.
Meski pada mulanya agama diyakini datang dari langit, ketika berkembang di bumi agama mesti menggunakan kendaraan, sarana, dan simbol budaya yang tumbuh di bumi manusia. Maka agama dan budaya pada urutannya menyatu dan kemudian melahirkan tradisi baru yang merupakan campuran antara tradisi lokal dan agama.
Orang meyakini,pada mulanya firman suci itu datang dari Tuhan, namun apa yang disebut firman Tuhan itu kemudian terekspresikan melalui wadah budaya, minimal wadah bahasa dan panggung kulturalnya. Agama Hindu sangat kental dengan budaya India. Agama Yahudi dan Nasrani yang semula lahir di wilayah Palestina saat ini sangat kental pengaruh budaya Barat.
Lalu Islam sangat diwarnai budaya Arab. Namun, dengan berkembangnya jumlah penduduk dunia dan mobilitas serta perpindahan penduduk berlangsung cepat dan masif, perjumpaan ajaran dan agama semakin bervariasi. Islam pun semakin berkembang di Barat, lalu Kristen juga menyebar ke Asia Tenggara.
Berbagai agama tadi mengalami akulturasi dengan tradisi lokal.Bahkan juga terjadi amalgamasi dan sinkretisasi, sehingga agama dan budaya sudah membaur bagaikan gula dan air di dalam gelas. Dalam sejarah selalu terjadi proses pembudayaan atau kulturalisasi agama, sehingga nilai-nilai dan ajaran fundamental agama adakalanya terkalahkan oleh elemen budaya.
Nilai positif dari proses ini,agama lalu menjadi akrab dan mudah diterima oleh masyarakat tanpa menimbulkan guncangan. Wilayah Nusantara yang semula menjadi pusat Hindu-Buddha secara dramatis sekarang menjadi kantong umat Islam terbesar di dunia.Tanpa proses adaptasi dan akulturasi Islam dengan budaya Hindu-Buddha yang telah mapan, tidak mungkin Islam akan berkembang secepat itu.
Ketika perkembangan agama, apa pun agamanya, sudah mengalami penyimpangan dan pendangkalan ajaran dasar agama, biasanya akan muncul pemikiran dan gerakan yang ingin mengembalikan pada ajarannya yang murni.
Karena itu, dalam komunitas agama akan selalu terdapat kelompok yang mempertahankan tradisi keagamaan yang telah mapan dan bercampur budaya, ada pula gerakan yang ingin mengembalikannya ke format aslinya. Ini terjadi dalam semua komunitas agama. Perbedaan orientasi ini tak jarang menimbulkan perpecahan dalam tubuh umat yang sama.
Namun, perlu dicatat bahwa istilah ”tradisi” juga digunakan untuk menggambarkan catatan pola hidup para nabi utusan Allah, berbeda dengan tradisi yang dimaksud di atas. Dalam Islam dikenal istilah Sunah Rasul yang mengandung konotasi tradisi kehidupan Rasulullah Muhammad yang justru menjadi acuan utama bagi umat Islam.
Karena itu, tradisi agama memiliki makna ganda.Tradisi perilaku Rasulullah yang justru menjadi model dan sumber inspirasi, dan tradisi budaya lokal yang tidak berakar pada ajaran Rasulullah. Ritual haji,salat,puasa bagi umat Islam yang telah berjalan ratusan tahun dijaga bisa juga disebut tradisi keagamaan, yang tentu saja berbeda dari tradisi lokal seperti ”selamatan” dengan membuat sesaji lalu disertai doa-doa yang ditemukan dalam ”agama adat”.
Ada lagi tradisi ritual pernikahan yang bercampur antara unsur agama dan adat. Tradisi dalam bentuk kedua itulah yang kemudian dianggap sebagai akulturasi dan potensial menyimpang dari ajaran dasar agama. Memasuki abad-21 ketika jumlah penduduk dunia sudah mencapai enam miliar,perjumpaan umat beragama dan budaya berlangsung semakin intens dalam volume yang masif dan dinamis.
Migrasi umat beragama berlangsung lintas negara. Diaspora Muslim ke Eropa dan Amerika yang berasal dari negara-negara Muslim mengalami gegar budaya dan proses adaptasi yang alot. Mereka mesti beradaptasi dengan gaya hidup setempat, namun tidak mudah melepaskan tradisi keagamaan sebelumnya yang sudah melekat.
Perjumpaan dan benturan tradisi keagamaan ini bisa memperkaya kebudayaan yang ada yang bersifat sintetik,namun bisa juga menimbulkan ketegangan dan konflik antartradisi dan ideologi keagamaan. Tradisi agama ini pun telah menjadi bagian dari sebuah identitas bangsa dan menjadi festival kenegaraan serta menarik para turis.
Berbagai kritik bermunculan terhadap tradisi keagamaanyangdianggapkuno dan konsumtif.Namun, rasanya tidak mungkin hilang dari kehidupan masyarakat dunia.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat   
Jumat, 19 Agustus 2011 09:29
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:20 AM

7/17/11

Menulislah Saat Itu Juga

Menulislah Saat Itu Juga
Beberapa jam yang lalu banyak sekali ide-ide yang mengapung di kepalanya, tapi dia menunda untuk menuliskan ide-ide itu karena PC yang sering dia pakai sekarang dalam proses penginstalan. Dia menunggu PC itu selesai dan membiarkan ide-ide itu mengawang-ngawang di pikirannya. Dalam imajinasinya, dia akan menuliskan semua ide ini nanti ketika PC saya sudah selesai terinstal.

Namun setelah saatnya tiba, dia baru sadar kalau semua ide-ide itu yang tadinya bebas berkeliaran di pikirannya hilang entah kemana. Dia berusaha untuk mengingat-ngingat semua ide-ide itu dan hasilnya nihil. Dia terus mencari dan mencoba menemukan kemana perginya ide-ide itu, dia mencari kesemua sudut yang ada diantara partikel-pertikel otaknya namun hasilnya sama, tidak ketemu. Sampai akhirnya dia pun tertidur karena kecapean mencari ide itu.

ketika terbangun bukannya dia ingat ide-ide itu, malah dia lupa kalau yang menyebabkan dia tertidur adalah karena kelelahan mencari ide-ide itu. sebelum dia mencuci muka, seperti biasa dia langsung nongkrong di depan PCnya, [entah kenapa akhir-akhir ini nongkrong di depan PC merupakan tempat nongkrong yang paling indah baginya] dia baru sadar kalau tadi dia sedang mencari ide-ide yang hilang, karena bekas tulisannya masih ada di PC itu dan ternyata PC itu pun juga tertidur (sleep) karena kelamaan menunggu.

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis apa saja yang masih tersisa didalam pikirannya, dan jadilah tulisan ini. Dia akhirnya sadar kalau ternyata tidak ada ide itupun merupakan suatu ide. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menulis.

Yang terakhir, alangkah lebih baiknya kalau dia menulis saat itu juga ketika ide itu muncul. Karena menurut seseorang yang tidak mau disebutkan identitasnya dan lebih senang dikenal tanpa nama, menurutnya ide itu seperti kentut yang ingin keluar kapan dan dimana saja seenaknya dia. Tidak memandang kalau kita sedang ada di tempat yang ramai, bersama pacar, bersama atasan, kalau dia mau keluar ya kita harus menurutinya. kalau ditahan pun setengah mati dan akan menjadi penyakit. Kentut tidak memandang situasi dan kondisi, begitulah ide.
3
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
10:46 PM

7/11/11

Semua Hanya Ilusi

Semua Hanya Ilusi
Setelah menonton film yang berjudul Elephant White [http://www.downloadfilem.com/film-elephant-white.html] yang dibintangi oleh Djimon Hounsou sebagai Curtie Church, yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran. Saat Curtie bersiap melancarkan aksinya, muncul seorang wanita bernama Mae (Jirantanin Pitakporntrakul) yang ikut membantu. Tak jelas apa tujuan Mae namun saat Curtie mengetahuinya, semuanya sudah terlambat.

Filmnya sangat seru, setelah saya menonton film ini kemudian berfikir ternyata semua yang tidak ada di hadapan kita itu hanyalah ilusi. Kita bisa saja menciptakan orang dalam khayalan kita yang bisa kita ajak bicara, bermain, bercanda, dan sebagainya. Kadang kita melihat orang yang berbicara sendiri, dia terlihat akrab berbicara dengan lawan bicaranya padahal di tempat itu tidak ada siapa-siapa. Orang yang memiliki imajinasi tingkat tinggi bisa saja menciptakan orang-orang dalam pikirannya untuk menemaninya setiap hari jika sedang sendiri, bahkan bisa saja dia menciptakan dunia sendiri yang jauh lebih nyaman dari dunia nyata.

Kemudian saya sadar bahwa semua yang tidak ada dihadapan kita itu hanya ilusi karena sebenarnya kita bisa membuatnya nyata di alam pikiran kita. Kita bisa saja berbicara dengan siapa saja yang kita inginkan, melakukan apa saja dengan mereka melalui alam pikiran kita. Kita bisa melakukan apa saja dengan bebas tanpa mengganggu orang lain di alam pikiran kita. Kita hanya cukup dengan menciptakan dunia di pikiran kita dan kita bebas melakukan apa saja di dunia kita.

Hari-hari yang kita lewati juga sebenarnya hanyalah ilusi karena kita bisa kembali kemasa lalu dengan pikiran kita dan itu tidak nyata. Kita bisa saja ke masa depan dengan segala imajinasi yang kita miliki, kita bisa menjelajah jauh beberapa tahun kedepan yang mungkin tahun itu kita tidak hidup lagi. Jadi semua yang ada di dunia ini, yang kita lewati dan yang akan datang hanyalah ilusi.

Yang nyata itu hanya saat ini dan sekarang ketika anda membaca tulisan ini, dan jika anda sudah selesai membaca tulisan ini maka itu semua hanyalah ilusi. Jadi gunakanlah waktu itu dengan sebaik mungkin karena kemustahilan yang teramat sangat jika kita ingin kembali ke saat sebelum ini atau ke masa lalu, dan kemustahilan pula jika kita ingin ke masa depan sesuai yang kita inginkan dalam pikiran kita, maka maksimalkanlah waktu yang kita miliki saat ini dengan sebaik mungkin karena belum tentu besok kita memiliki waktu sebaik hari ini.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
7:50 PM

7/4/11

Bahasa itu Tentang Rasa

Bahasa itu Tentang Rasa
Mempelajari bahasa harus mengikutkan rasa, bukan cuma makanan yang bisa dirasakan tapi bahasa juga harus dirasakan. karena ada beberapa kata yang jika ingin diartikan tidak memiliki arti yang pas dalam bahasa yang bisa kita pahami.

seperti dalam mempelajari bahasa Inggris, contohnya penggunaan kata “been” dalam kalimat “We had been chatting for two hours when you knocked at our door last night”. dalam bahasa Indonesia kata been ini sulit di artikan/dibahasakan, namun kita bisa memahaminya. tapi kalau kita ingin mencari arti yang tepat untuk been dalam kalimat ini maka akan sulit. been dalam kalimat tersebut hanya sebagai tanda, yang menandakan bahwa kalimat itu adalah lampau. kita harus melibatkan rasa dalam memahami kalimat itu.

begitupun dengan bahasa lain di dunia ini yang tidak memiliki arti yang pas jika di artikan ke dalam bahasa Indonesia. termasuk bahasa daerah yang ada di Nusantara ini jika ingin diartikan kedalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar maka akan sulit. seperti halnya jika saya berbicara dengan orang sedaerah saya menggunakan bahasa indonesia ala daerah saya [Sul-Sel], maka orang dari daerah lain jika mendengarkan percakapan saya maka sulit untuk memahaminya walaupun sebenarnya bahasa yang saya gunakan itu bahasa indonesia.

makanya jika ingin mempelajari banyak bahasa maka kita harus merasakan bahasa itu tidak heran jika orang yang menguasai banyak bahasa memiliki banyak kawan, relasi, dan mudah bergaul karena dia bisa mengerti dan merasakan tentang segala hal.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
5:12 AM

Bahasa itu Tentang Rasa

Bahasa itu Tentang Rasa
Mempelajari bahasa harus mengikutkan rasa, bukan cuma makanan yang bisa dirasakan tapi bahasa juga harus dirasakan. karena ada beberapa kata yang jika ingin diartikan tidak memiliki arti yang pas dalam bahasa yang bisa kita pahami.

seperti dalam mempelajari bahasa Inggris, contohnya penggunaan kata “been” dalam kalimat “We had been chatting for two hours when you knocked at our door last night”. dalam bahasa Indonesia kata been ini sulit di artikan/dibahasakan, namun kita bisa memahaminya. tapi kalau kita ingin mencari arti yang tepat untuk been dalam kalimat ini maka akan sulit. been dalam kalimat tersebut hanya sebagai tanda, yang menandakan bahwa kalimat itu adalah lampau. kita harus melibatkan rasa dalam memahami kalimat itu.

begitupun dengan bahasa lain di dunia ini yang tidak memiliki arti yang pas jika di artikan ke dalam bahasa Indonesia. termasuk bahasa daerah yang ada di Nusantara ini jika ingin diartikan kedalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar maka akan sulit. seperti halnya jika saya berbicara dengan orang sedaerah saya menggunakan bahasa indonesia ala daerah saya [Sul-Sel], maka orang dari daerah lain jika mendengarkan percakapan saya maka sulit untuk memahaminya walaupun sebenarnya bahasa yang saya gunakan itu bahasa indonesia.

makanya jika ingin mempelajari banyak bahasa maka kita harus merasakan bahasa itu tidak heran jika orang yang menguasai banyak bahasa memiliki banyak kawan, relasi, dan mudah bergaul karena dia bisa mengerti dan merasakan tentang segala hal.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
5:11 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Kode Etik Jurnalistik
    Kode etik jurnalistik sangat penting bagi wartawan untuk mengatur etika-etika sang wartawan dan menentukan yang mana harus dilakukan dan ya...
  • TV ONLINE
    blog free download
  • Embun Pagi
    Ketika Jendela Terbuka Sinar Matahari Mencubit Manja Kulit Wajahku Membelai Halus Selembar Nyawaku Setetes Embun Ku Jilat Sejuk Mera...
  • PUTRA NABABAN SANG JURNALIS BERPRESTASI
    Putra Nababan mengawali karirnya di Koran Merdeka yang berubah nama menjadi Rakyat Merdeka, kemudian pindah ke Metro tv dan ke RCTI. Pria ...

Arsip Blog

  • ►  2013 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2012 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  May (7)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)
    • ►  January (7)
  • ▼  2011 (74)
    • ►  December (9)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (8)
    • ►  August (11)
    • ▼  July (8)
      • Ramadhan Yang Berbeda
      • Nikmatnya Mudik
      • Pusing.. [ga tau nulis apaan. awalnya sih mau dika...
      • Kekuatan Tradisi Agama
      • Menulislah Saat Itu Juga
      • Semua Hanya Ilusi
      • Bahasa itu Tentang Rasa
      • Bahasa itu Tentang Rasa
    • ►  June (6)
    • ►  May (9)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (10)

Pages

  • BERANDA
  • RADIO STREAMING
  • TV ONLINE
  • VIDEO
  • PICTURE

Pages

  • Home
ar_mutajalli. Powered by Blogger.
Copyright 2013 Blog Keywords - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates