Blog Keywords

Keyword for Writing

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » Archive for October 2011

10/23/11

Analisis Berita Reshuffle KIB II dari Berbagai Koran Harian

Analisis Berita Reshuffle KIB II dari Berbagai Koran Harian
Analisis berita reshuffle KIB II dari berbagai koran harian

Fenomena reshuffle yang ditakutkan oleh para menteri akhirnya terlaksana juga pada tanggal 18 Oktober 2011 beberapa waktu lalu. Diumumkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Wakil Presiden Boediono di istana negara. Dalam proses reshuffle kali ini, terdapat 7 menteri baru, 4 menteri yang digeser, 11 wakil menteri baru, dan 2 wakil menteri yang digeser. Para menteri dan wakil menteri ini diharapkan bisa membantu memperbaiki citra Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dalam tiga tahun terakhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dan Wakil Presiden Budiono.

KOMPAS
Di berbagai surat kabar, pemberitaan tentang reshuffle disajikan dari sudut  pandang yang berbeda-beda. Seperti koran harian Kompas menyoroti tentang menteri baru yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Di halaman pertama harian Kompas menjelaskan tentang pendapat berbagai pengamat. Salah satunya pengamat ekonomi Ahmad Erani Yustika. Dia mengatakan, figur tim kerja ekonomi yang baru dipilih itu memiliki persoalan dengan kompetensi karena tidak memiliki latar belakang dan tidak memiliki sentuhan langsung dibidang tersebut.
Dalam berita itu salah satunya menyoroti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Harian Kompas mengambil narasumber dari pengamat energi, Pri Agung Rahmanto. Menurutnya, Jero Wacik bukan orang dengan latar belakang ataupun rekam jejak di bidang energi atau sumber daya mineral, penunjukan menteri ESDM lebih mempertimbangkan kepentingan politik.
Selain Pri Agung Rahmanto, harian Kompas juga mewawancarai Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Didik J Rachbini. Menurutnya, persoalan energi alternatif dan subsidi yang membengkak di APBD tidak akan selesai karena Jero Wacik tidak memiliki pengalaman dan memang bukan itu bidangnya.
Namun di paragraf lain, Jero Wacik merasa yakin dengan kemampuannya karena pertambangan adalah bidang yang pernah digelutinya di bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung dulu. Ia akan berusaha maksimal memperbaiki energi dan sumber daya mineral yang dimiliki Indonesia dan berjanji akan membenahi kontrak karya pertambangan yang selama ini dinilai merugikan Indonesia. 
SEPUTAR INDONESIA
Kemudian koran harian Seputar Indonesia, pada halaman pertama menyoroti tentang berkurangnya jatah satu kursi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan terdepaknya Fadel Muhammad. PKS yang sebelumnya memiliki jatah empat kursi di kementerian kini tinggal tiga kursi. Menteri asal PKS yang terganti yaitu Suharna Surapranata yang kemudian digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta yang sebelumnya menjabat sebagai menteri lingkungan hidup.  
Pada pemberitaan koran harian Seputar Indonesia ini menggambarkan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam mengganti menteri dari kalangan partai politik dengan menteri dari kalangan profesional, juga sikap PKS menyikapi pengurangan jatah menterinya dan kedatangan Fadel Muhammad ke istana presiden sebelum reshuffle dan dicegat oleh anggota Paspampres.
Alasan Presiden SBY mengganti menteri dari kalangan partai politik adalah untuk mewadahi kaum profesional yang tidak berasal dari partai politik. Menurutnya kaum profesional itu diperlukan untuk efektivitas KIB II tiga tahun ke depan. Kemudian Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi menambahkan bahwa pengurangan menteri dari kalangan partai politik merupakan prerogatif Presiden. Karena dalam kesepahaman koalisi sudah tercantum, Presiden memiliki prerogatif untuk mengganti menteri-menterinya.
Adapun sikap PKS mengenai pengurangan jatah menterinya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, sikap partainya atas pengurangan jatah menterinya akan dikeluarkan pada Majelis Syuro PKS. Pihak PKS juga menyayangkan ada perubahan kontrak koalisi yang tidak dibicarakan oleh Presiden SBY dengan Majelis Syuro PKS. Padahal dalam catatan sebelumnya kontrak politik ini dibicarakan langsung antara SBY dan PKS yang diwakili Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin.
Mengenai Fadel Muhammad yang terdepak dari kantor Presiden bermula sejak kedatangannya ke istana negara sekitar pukul 16.45 WIB. Sebelum masuk kantor Presiden, dia dicegat oleh seorang anggota Paspampres dan oleh ajudan Sudi Silalahi. Saat dilarang Fadel kemudian berusaha menelpon Sudi Silalahi yang saat itu sedang mendampingi Presiden menerima Baltazar Kambuaya yang akan menjadi menteri lingkungan hidup. Selama 10 menit berupaya menelepon Sudi Silalahi akhirnya Fadel bisa masuk kantor Presiden.
Namun waktu itu tidak ada jadwal pertemuan Presiden dengan Fadel. Setelah hampir 20 menit di kantor presiden akhirnya dia keluar dengan tergesa-gesa. Fadel sempat mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya mempunyai program kelautan ke depan yang akan disampaikan ke Presiden.

REPUBLIKA
            Pada halaman pertama, koran harian Republika memuat berita dengan judul Reshuffle Tersandera. Maksudnya adalah, karena dalam perombakan KIB II Presiden SBY tetap memasang menteri berdasarkan perwakilan dari partai politik. Berita itu menggambarkan kekecewaan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti melihat menteri yang berasal dari partai. Seperti Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menteri Agama Suryadharma Ali yang masih menjabat.
            Menurut Poengky, Mari Elka Pangestu yang sebelumnya menjabat Menteri Perdagangan tidak cocok menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Begitupun Rektor Universitas Cenderawasih Baltazar Kambuaya tidak pantas menjadi Menteri Lingkungan Hidup yang sebelumnya dijabat Gusti Muhammad Hatta yang bergeser menjadi Menteri Riset dan Teknologi. Kambuaya merupakan ekonom, bukan ahli lingkungan hidup Presiden memaksakan diri mengutak-atik kabinet, Kata Poengky.
            Dalam berita ini juga membahas tentang sikap PKS terhadap pencopotan menterinya. Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq menganggap Presiden telah membatalkan kontrak politiknya dengan PKS. Selain itu, berita ini juga membahas kalau bukan cuma PKS yang kehilangan satu kadernya di kabinet, Partai Demokrat juga kehilangan satu kadernya di kabinet.

TEMPO
Berbeda dengan koran harian lain, Koran Tempo langsung membahas dan menegaskan tentang penilaian PKS yang menganggap bahwa Presiden SBY telah melanggar kontrak koalisi dalam melakukan perombakan kabinet. Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq menjelaskan, kontrak koalisi antara partainya dan Presiden SBY meliputi tiga bagian dan salah satunya adalah PKS dipercaya mendapat empat menteri di kabinet.
Koran Tempo juga membahas tentang pengurangan jatah kursi dari PKS dan Partai Demokrat. PKS berkurang satu kursi di kementerian begitupun Partai Demokrat. Dari PKS yakni, Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata digantikan oleh Gusti Muhammad Hatta, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup. Dari Partai Demokrat yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh digantikan oleh Jero Wacik, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pariwisata.



Berdasarkan pengamatan penulis dari berbagai koran harian diatas mengenai pemberitaan reshuffle KIB II, maka disimpulkan bahwa walaupun sudut pandangnya berbeda tetapi intinya tetap sama. Terdapat beberapa perbedaan dan persamaan sudut pandang. Diantaranya, dalam setiap koran pasti menyinggung tentang PKS yang keberatan karena berkurangnya jatah kursi menterinya di kabinet. Yang dalam perjanjian koalisi antara PKS dengan Presiden SBY menetapkan tentang jumlah jatah menteri yang didapat oleh PKS. Dalam setiap koran juga pasti mengutip kata-kata Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, “Demokrat rela kekurangan satu. Yang lain layaklah dikurangi juga, yaitu PKS.”
Selain itu terdapat juga kesalahan pemberitaan dari Koran Tempo dan Seputar Indonesia. Masing-masing tentang jatah kementerian yang dikurangi dari Partai Demokrat. Koran Tempo menjelaskan bahwa kementerian yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi E.E. Mangindaan. Padahal sebenarnya E.E. Mangindaan Cuma bergeser menjadi Menteri Perhubungan. Sedangkan Seputar Indonesia menjelaskan bahwa kementerian yang ditinggalkan oleh Partai Demokrat adalah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jero Wacik. Yang sebenarnya Jero Wacik juga Cuma bergeser menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Adapun yang benar mengenai kementerian yang dikurangi dari kader Partai Demokrat yakni Darwin Zahedy Saleh dari Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral dan Freddy Numberi dari Kementerian Perhubungan. Dua kader Partai Demokrat ini benar-benar lepas dari jabatannya sebagai menteri, tidak bergeser seperti yang tertulis di Koran Tempo dan Harian Seputar Indonesia. 
 

NB: Masing-masing koran tertanggal 19 Oktober 2011
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:02 PM

10/21/11

Sakit itu Rezeki

Sakit itu Rezeki

setelah kurang lebih 13 tahun tidak pernah sakit akhirnya saat ini sakit itu datang juga, saya bahkan sudah lupa sakit itu bagaimana rasanya. dan sakit kali ini mengingatkan kembali bagaimana rasanya sakit itu. sungguh sangat luar biasa bagaimana rasanya sakit itu kita bahkan tidak bisa apa-apa. saya membayangkan bagaiamana saya bisa melakukan begitu banyak kegiatan sewaktu sehat setelah melihat foto-foto saya di facebook. padahal ketika saya sakit begini mustahil melakukan kegiaatan-kegiatan itu untuk berjalan saja susah. saya hanya bisa mengetik apa yang saya rasakan saat ini.

untuk menelpon kerumah pun belum sempat, namun ada satu hal yang saya sadari ketika sakit ini menimpa saya. saya bisa lebih dekat dengan Allah, walaupun itu hanya sekedar kesadaran belaka saya, saya merasa dekat karena selama saya sehat, saya tidak bisa menyadari begitu banyak rezeki yang Allah berikan kepada kita namun tidak kita sadari kalau rezeki berupa kesehatan itu begitu penting bagi kita untuk melakukan aktivitas kita setiap hari.

saya sudah kedokter, obat yang dari dokter sudah hampir habis tapi sakitnya belum juga sembuh. dan disinilah saya sadar lagi kalau yang memberikan kesembuhan itu bukan dokter tapi Allah kita hanya bisa berdoa dan berusaha serta bertawakkal kepada Allah. tapi kalau obatnya sudah habis tapi belum sembuh juga maka saya ingin ke dokter lagi meminta obat.

saya pernah mendengar, kalau sakit itu merupakan spasi kehidupan. mungkin saat ini saya sedang diberikan spasi oleh Allah untuk menyadari betapa banyaknya rezeki yang Allah berikan kepada kita, mungkin sudah banyak kesalahan atau kekeliruan yang kita lakukan namun tidak kita sadari, akhirnya kita diberi sakit agar kita sadar dan bertaubat atas kesalahan-kesalahan yang kita lakukan. akhirnya saya sadar lagi kalau sakit itu sebenarnya juga merupakan rezeki.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
4:43 PM

10/15/11

Top Tips For Achieving Great Children's Photographs

Top Tips For Achieving Great Children's Photographs
In my work as a pro photographer I would guess that a good 70% of my images are of children. As a result I have discovered various methods of achieving the completely natural images that people love. There are many things to remember when trying to capture children's images. There are some methods that work and some that don't, here are a few hints that I have learned along the way.

Don't rush into things.

Children can be very shy at first and it takes a real skill to get a child's trust in a short period of time. I have an advantage over studio photographers in that I regularly shoot out doors (about 95% of the time). This means I can often meet the children at there home or a place familiar to them which makes it easier for the child to be relaxed. Having arrived at the location I set about gaining the child's trust and breaking down the shy barriers. This is essential if I want to capture the completely natural images I have made my name on. I never take the camera equipment in to the house straight away. I'll leave it in the car until I feel the child is ready. This also helps the parents to settle down. Its important to realise each little one is an individual and as such there is no hard and fast rule of how to treat any of them.

Timing

Not only is your timing of each shot vital but also the time of the day. Children normally run on a routine that involves sleep, food, drink and play. If you schedule the shoot to take place in anything other than a child's natural play time you are asking for trouble.

It should be fun for all involved.

If you want to capture natural expressions of joy (and who wouldn't) then the only way to achieve this is to make it fun. Depending on the age group the way this can be achieved differs but the basic guideline is, you play by their rules. Find something that would entertain them. For example for 0-4 year olds can be easily distracted with a bubble machine. For over 4's perhaps a kite or remote control car something that is both colourful and enjoyable. What you are aiming to achieve is a happy child who soon forgets about the camera and really is having great fun.



Don't force things

As any parent will tell you trying to get a child to do something they don't want to do is as close to impossible as things get. You can guarantee tantrums and tears follow if a child is forced into doing something they've decided they don't want too. The trick is to get them to want to do whatever it may be. Constant praise is all that should come from the photographer on how well they are doing. When I'm photographing children and for whatever reason they decide that they're not going to lie down / kneel or even stand I try once and then move on to something else. Ten or twenty minutes later I'll come back to the original pose and try it again, nine times out of ten this will succeed as the child has forgotten about not wanting to do whatever it was and we get the shot. As is mentioned before, you're playing by their rules.

Be prepared

You never know what each second holds when photographing children especially when you're outside. Many things can make fantastic photographs, throwing stones into a lake, patting a dog, throwing leaves all this and more. If you switch your camera off and put your lens cap on it's a sure way to miss fantastic unscripted moments.

I hope these points have made sense and will help you next time you take on the challenge of photographing children. I wish you fantastic luck. 
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
5:36 PM

10/14/11

Pengalamanan Yang Sangat Luar Biasa

Saya baru dari Makassar menghadiri pernikahan kakak pertama saya. Terharu juga melihat pernikahannya, karena saya pikir saya kehilangan saudara tertua yang biasanya sering memberikan masukan-masukan. saya jadi canggung kepadanya karena terasa ada jarak dengannya sekarang dia sudah jadi milik orang lain. tapi saya tetap berusaha bersikap seperti biasa tapi kayaknya susah. saya lebiih menghormatinya, karena ada semacam wibawa yang dia pasang di depan istrinya walaupun sebenarnya saya kenal baik juga dengan istrinya. tapi tdk tau kenapa saya sudah tidak bisa bercanda lagi seperti biasa.

tapi bukan itu yang mau saya bahas dalam tulisan ini, saya mau menceritakan tentang pemandangan yang sangat luar biasa yang saya rasakan di perjalanan saya dari maksassar ke jakarta. setelah menunggu pesawat yang sempat delay selama kurang lebih setengah jam akhirnya saya masuk juga kedalam pesawat dan di kursi nomor 10A pas di samping jendela depan sayap. memang sudah menjadi kebiasaan pas cek-in saya memesan kursi yang dekat jendela supaya bisa melihat pemandangan dari dalam pesawat.

tapi baru kali ini saya melihat pemandangan yang begitu indah dari dalam pesawat yang saya yakin tidak bisa di lihat dari daratan. pemandangan ini terlihat dari ketinggian 24 ribu kaki di atas permukaan laut. karena setelah beberapa kali saya naik pesawat saya sering melakukan perjalanan malam jadi pemandangan tidak sempat terlihat. nah baru kali ini perjalanan saya sore hari masih sempatlah melihat pemandangan yang begitu indah, itupun karena penerbangan saya dipercepat tiga jam karena ditiket saya terbangnya jam 18.00 tapi karena dipercepat jadinya jam 15.00 itupun terbangnya sekitar jam 15.30 karena pesawtnya terlambat mendarat di bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

sebelum pesawat lepas landas, seperti biasa pramugari mempraktekkan cara memasang pelampung jika saja terjadi pendaratan darurat. itupun hanya pormalitas penerbangan. karena kebanyakan penumpang tidak memperhatikan pramugari itu. setelah beberapa menit pesawat pun lepas landas. mata saya tidak pernah lepas  melihat keluar jendela rumah-rumah dan kendaraan perlahan terlihat mengecil seiring dengan bertambah tingginya pesawat, sampai mencapai ketinggian 24 ribu kaki diatas permukaan laut.

nah di ketinggian inilah saya melihat pemandangan yang begitu indah, saya merasa berada di suatu tempat yang tidak ada. karena disekeliling itu hanya ada awan putih yang begitu indah kita seperti berada di tempat yang tidak ada [agak sulit digambarkan dengan kata-kata]. sejauh mata memandang itu yang kita lihat hanya awan yang lembut yang sangat memperlihatkan betapa indahnya alam ini. saya membayangkan bisa tidur di atas awan itu dan terbang berlari bebas kesana kemari. saya merasa berada di ujung dunia pokoknya diangkasa banget.

dan yang sangat luarbiasa itu saya melihat awan yang membentuk nama Allah dengan tulisan Arab. saya hanya bisa bersyukur kepada Allah karena memperlihatkan ciptaannya yang begitu luar biasa yang tidak semua orang bisa merasakan pengalaman seperti yang saya rasakan saat itu. di pesawat saya tidak berhenti berzdikir  mengingat Allah mangagumi ciptaanNya. dan saya akan selalu merindukan saat-saat seperti ini. samapi saat ini pun jika saya menutup mata saya bisa mersakan keindahan yang luar biasa itu lagi. Terimakasih Allah..

pesawatnya baru datang

tempat duduk saya pas dekat jendela

sesaat sebelum lepas landas

pemandangan yang hanya bisa dirasakan kalau kita ada disana

matahari terbenam

sudah sampai di bandara Soekarno Hatta Jakarta
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:04 AM

10/13/11

Islam Mazhab Indonesia

Islam Mazhab Indonesia

Sejak gelombang demokratisasi merambah ke dunia Islam, perkembangan Islam Indonesia lalu mencuat menjadi sorotan dan objek kajian di berbagai forum internasional.
Dosen-dosen muda di lingkungan perguruan tinggi Islam, semacam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dan Universitas Islam Negeri (UIN), banyak yang kemudian memperoleh tawaran beasiswa studi ke perguruan tinggi Barat untuk meraihprogrammasterdandoktor di bidang ilmu sosial yang berkaitan dengan dinamika sosial keagamaan di Indonesia. Oleh para pemerhati ilmu sosial, Indonesia merupakan laboratorium eksperimentasi Islam dan demokrasi yang selama ini keduanya dianggap tidak kompatibel.
Mereka heran dan kagum atas eksperimentasi dan kemajuan demokratisasi di Indonesia yang merupakan kantong umat Islam terbesar di dunia, tanpa harus melakukan sekularisasi dengan senjata seperti yang dilakukan Kemal Ataturk di Turki.Ormas keagamaan dan parpol berbasis keagamaan justru menjadi motor demokratisasi di Indonesia. Sekarang tren serupa juga muncul di negara- negaraTimurTengah.
Peran Islam dalam konteks keindonesiaan sesungguhnya sudah lama menjadi kajian sekelompok sarjana dan intelektual Indonesia. Terutama mereka yang memiliki latar belakang santri dan mendalami teori-teori ilmu sosial. Forum ini menyelenggarakan pertemuan setiap tahun dalam wadah Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) yang saat ini sudah masuk tahun ke-11.
Pada 10-13 Oktober 2011, ACIS melaksanakan konferensi bertempat di Bangka Belitung dengan tema “Merangkai Mozaik Islam dalam Ruang Publik untuk Membangun Karakter Bangsa”  yang difasilitasi oleh Kementerian Agama. Pada forum tersebut hadir para pemakalah dari dalam dan luar negeri antara lain dari Mesir, Amerika Serikat, Malaysia, dan Yordania, menyajikan sekitar 345 makalah dengan jumlah peserta yang hadir tidak kurang dari 600 orang.
Kalau sekitar 20 tahun lalu penulisan Islam Indonesia mayoritas dilakukan oleh sarjana asing, sekarang sudah banyak sarjana muslim Indonesia yang menulis tentang Indonesia ke dalam bahasa asing, sehingga menampilkan konten dan nuansa yang sangat berbeda. Ketika seorang santri yang juga doktor ilmu sosial menulis tentang pesantren misalnya tentu lebih mampu menyajikan data dan pengalaman otentik ketimbang peneliti asing yang melakukannya.
Begitu pun penulisan dalam bidang lain.Hasil pengamatan sarjana asing dan sarjana dalam negeri tentu saling melengkapi. Bahkan ada di antara mereka yang melakukan riset bersama untuk diterbitkan dalam jurnal internasional. Berdasarkan hasil penelitian yang ada, Islam Indonesia memiliki mazhab tersendiri yang berbeda dari tradisi Islam di Timur Tengah.
Baik dalam pemikiran politik, fikih, hubungan sosial, maupun pendidikan, pemahaman dan pemikiran Islam yang tumbuh di Indonesia punya warna dan karakter. Yang paling fenomenal adalah inovasi dan gaya busana muslimah Indonesia yang menjadi tren dunia Islam lain. Dari aspek politik, Indonesia sejak awal berbentuk republik dan negara bangsa,bukan kerajaan dan kesultanan, sangat berpengaruh pada partisipasi rakyat dalam gerakan sosial.
Di Indonesia keragaman agama dan budaya memiliki tempat yang sama di depan hukum dan negara meskipun mayoritas rakyatnya beragama Islam. Ini jelas berbeda dari Arab Saudi, tempat kelahiran Islam, yang berbentuk kerajaan. Pola hidup penduduk bangsa maritim yang juga memiliki wilayah pertanian subur tentu berbeda dari gaya hidup penduduk padang pasir. Di Arab Saudi sampai hari ini wanita dilarang mengemudikan mobil.
Sedangkan di Indonesia bahkan ada wanita yang menjadi pilot pesawat terbang. Karier ini pasti berimplikasi pada fikih maritim dan fikih udara Bagaimana tata cara salat bagi para pelaut dan pekerja udara tentu memerlukan fikih baru yang belum terpikirkan oleh ulama-ulama klasik yang tinggal di wilayah sahara dan savana.
Demikianlah setiap agama selalu tumbuh berkembang bersama tradisi dan kondisi geografis daerah setempat.Terjadi proses tawar-menawar antara ajaran agama dan budaya pemeluk. Meski agama diyakini datang dari Tuhan Yang Maha-Absolut, akhirnya agama  berkembang di tangan pemeluknya yang juga makhluk budaya yang demikian beragam.
Karena itu, tidak berlebihan jika Islam Indonesia akan melahirkan sebuah mazhab baru yang memperkaya warna Islam yang berkembang di Timur Tengah dan keberislaman yang berkembang di Barat yang posisinya sebagai minoritas. Tanpa banyak publikasi para pemerhati ilmu sosial, Indonesia sungguh diuntungkan oleh semakin banyaknya sarjana muslim yang secara rasional-intelektual selalu melakukan riset dan kajian Islam Indonesia sebagaimana program tahunan ACIS ini.
Mereka adalah generasi baru kalangan santri yang tercerahkan dan memiliki alat intelektual yang cukup untuk ikut menjelaskan dinamika sosial keagamaan Indonesia pada dunia luar yang akhir-akhir ini diinterupsi oleh perilaku sekelompok ekstremis- radikalis yang melakukan bom bunuh diri dengan dalih jihad.
Untuk membicarakan dinamika sosial-politik Indonesia, rasanya tidak lengkap kalau tidak memasukkan variabel agama, khususnya Islam yang dipeluk oleh mayoritas warga bangsa. Memang sangat diperlukan sekelompok intelektual muslim yang bersikap independen, mengambil jarak dari perebutan kekuasaan dan politik, lalu memikirkan format dan arah Islam mazhab Indonesia ke depan.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat
Jumat, 14 Oktober 2011 08:00 
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:02 PM

Agama dan Etika Publik

Agama dan Etika Publik

Bagi kritikus dan sekaligus pembela teori modernisasi seperti Jurgen Habermas, kehadiran agama dalam wacana publik akan menghalangi diskursus yang diharapkan berlangsung secara rasional, sejajar, dan masing-masing individu memiliki kebebasan atau otonomi berekspresi.
Otonomi dan kebebasan serta kesejajaran adalah mantra dalam masyarakat modern untuk menciptakan relasi sosial yang egaliter dan saling menghargai hak asasi masing-masing warga negara demi menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera. Dalam negara dan masyarakat modern, agama dianggap tidak cocok masuk ke wilayah politik dan publik. Salah satu alasan kemunculan negara modern di Eropa bahkan didorong oleh konflik antarpemeluk agama yang berdarah-darah pada abad ke-17.
Negara modern dan sekuler lahir untuk menyelesaikan konflik antarkomunitas pemeluk agama yang masing-masing cenderung eksklusif, sulit melakukan dialog secara transparan dan sejajar.Yang satu merasa lebih benar dan lebih dekat pada Tuhan ketimbang yang lain. Paradigma modernisasi sebagai anak kandung abad pencerahan itu telah mengubah wajah dunia, namun berbagai harapan, janji, dan prediksi yang ditawarkan ternyata meleset. Secara teknis hidup memang menjadi jauh lebih nyaman dan mudah.
Produk-produk teknologi modern telah memanjakan hidup, namun juga merusak ekologi alam dan sosial.Tokoh-tokoh pendukung negara modern mengutuk konflik dan perang antaragama yang berdarah- darah yang diwariskan lintas generasi lalu ditawarkan sebuah solusi berupa ideologi sekularisme-humanisme. Namun sangat ironis ternyata negara sekuler sangat kritis terhadap perang agama, juga telah mengobarkan perang dunia pertama dan kedua yang tak kalah sengitnya daripada perang agama sebelumnya. Masuk abad-21 ini peran agama kembali menguat, masuk ke ranah publik dan politik.
Agama memberikan nilai, makna, dan arah kehidupan, lalu sistem pemerintahan mengatur relasi kehidupan warganya. Problemnya adalah bagaimana agar keduanya tidak saling menindas dan menegasikan. Negara memerlukan agama dan agama memerlukan negara. Pengalaman di Barat, dunia Arab dan Indonesia sangat jelas, agama memiliki andil besar bagi kelahiran negara dan peradaban. Dengan demikian sangat naif jika negara tidak memberi apresiasi dan wadah agama sebagai kekuatan moral dan acuan hidup warganya untuk meraih hidup bermakna.
Dengan banyaknya parpol yang mengusung semangat keagamaan, para politisi yang ingin merebut kekuasaan puncak tentu saja sangat berkepentingan untuk meraih dan memberi akomodasi tokoh-tokoh agama dalam jabatan politik pemerintahan dan legislatif. Mengapa? Karena tokoh-tokoh agama itu memiliki massa. Dalam era demokrasi, suara menjadi barang komoditas politik yang diperebutkan. Makanya tokoh-tokoh agama memiliki posisi tawar tinggi (bargaining power), sehingga para politisi tidak segan membeli dengan uang maupun konsesi jabatan struktural bagi mereka.
Termasuk juga pada kalangan selebritis. Praktik politik di atas membawa implikasi yang sangat jauh bagi penegakan etika publik dan profesionalitas penyelenggaraan pemerintahan.Pemerintah dalam membuat kebijakan lalu dipengaruhi dan dibayangi oleh kepentingan komunal yang merasa telah diberi konsesi oleh pemenang pemilu. Lebih jauh lagi,aspirasi dan tokoh komunal keagamaan tidak selalu sejalan dengan prinsip dan rasionalitas penyelenggaraan negara modern.
Atau bahkan tokoh-tokoh agama itu ketika duduk dalam jabatan publik tidak memiliki keterampilan dan pengetahuan standar yang diperlukan. Situasi demikian mesti dipecahkan agar agenda pembangunan negara (state building) tidak terganjal dan aset bangsa serta negara menguap tidak produktif. Secara teoritis Pancasila merupakan ijtihad filosofis, teologis, dan politis sangat cemerlang yang diwariskan oleh bapak-bapak pendiri bangsa. Dalam ideologi Pancasila aspirasi agama dan agenda negara modern diintegrasikan.
Agama menyuplai nilai-nilai transenden dan humanis sebagai acuan hidup setiap warga negara, lalu negara yang memiliki kewajiban dan mandat untuk mengatur kehidupan publik. Sayangnya, Pancasila belum dihayati dan dikawal sebagai paradigma peradaban yang dijabarkan setiap silanya oleh UUD dan berbagai peraturan pemerintah menjadi garis besar serta garis kecil haluan dan agenda pembangunan bangsa.
Dalam konteks ini peran polisi menjadi sangat strategis mewakili negara untuk mengatur warganya serta member rasa aman, jangan sampai diambil alih atau disaingi oleh kelompok-kelompok komunal keagamaan maupun etnis-kedaerahan.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat   
Jumat, 30 September 2011 10:07
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:00 PM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Kode Etik Jurnalistik
    Kode etik jurnalistik sangat penting bagi wartawan untuk mengatur etika-etika sang wartawan dan menentukan yang mana harus dilakukan dan ya...
  • TV ONLINE
    blog free download
  • Embun Pagi
    Ketika Jendela Terbuka Sinar Matahari Mencubit Manja Kulit Wajahku Membelai Halus Selembar Nyawaku Setetes Embun Ku Jilat Sejuk Mera...
  • PUTRA NABABAN SANG JURNALIS BERPRESTASI
    Putra Nababan mengawali karirnya di Koran Merdeka yang berubah nama menjadi Rakyat Merdeka, kemudian pindah ke Metro tv dan ke RCTI. Pria ...

Arsip Blog

  • ►  2013 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2012 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  May (7)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)
    • ►  January (7)
  • ▼  2011 (74)
    • ►  December (9)
    • ►  November (3)
    • ▼  October (6)
      • Analisis Berita Reshuffle KIB II dari Berbagai Kor...
      • Sakit itu Rezeki
      • Top Tips For Achieving Great Children's Photographs
      • Pengalamanan Yang Sangat Luar Biasa
      • Islam Mazhab Indonesia
      • Agama dan Etika Publik
    • ►  September (8)
    • ►  August (11)
    • ►  July (8)
    • ►  June (6)
    • ►  May (9)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (10)

Pages

  • BERANDA
  • RADIO STREAMING
  • TV ONLINE
  • VIDEO
  • PICTURE

Pages

  • Home
ar_mutajalli. Powered by Blogger.
Copyright 2013 Blog Keywords - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates