Blog Keywords

Keyword for Writing

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » Archive for September 2011

9/22/11

Agama Pilar Peradaban

Agama Pilar Peradaban

Ada dua cara termudah untuk menimbang dan menghargai benarkah agama sebagai pilar peradaban. Pertama, dengan melihat sejarah, monumen, dan warisan peradaban, apakah yang diwariskan oleh agama-agama besar dunia.
Kedua, buat saja pengandaian, kehidupan model apakah yang akan terjadi ketika sebuah keluarga, masyarakat,bangsa,dan negara tidak memiliki agama? Warisan agama yang intangibledan universal serta tertanam kuat adalah keyakinan adanya karmic law. Yaitu kesadaran dan keyakinan bahwa perbuatan baik-buruk seseorang pasti akan memperoleh akibatnya, entah sekarang atau pada kehidupan lanjut setelah kematian.
Keyakinan ini dijumpai pada semua agama dengan berbagai formula dan penjelasannya. Semua pemeluk agama mengenal apa yang disebut guilty feeling. Yaitu rasa salah dan dosa ketika melakukan tindakan yang tidak baik, yang merugikan dan mencelakakan orang lain. Warisan Nabi Musa yang tercantum dalam Sepuluh Perintah Tuhan sangat jelas dan kuat pengaruhnya bagi pemeluk Yahudi dan pesan moralnya universal.
Manusia diseru untuk beriman pada Tuhan Yang Esa, jangan mencuri dan berzina, dan senantiasa taat pada hukum Tuhan. Lalu warisan Nabi Isa yang oleh umat Kristiani diseru sebagai Tuhan Yesus sangat menekankan hukum moral yang berpusat pada kasih sayang, pelayanan, dan pengorbanan untuk membela mereka yang menderita.
Ratusan juta penduduk bumi merasa terinspirasi dan tercerahkan oleh ajaran Musa dan Yesus. Tak terhitung lagi berbagai kegiatan kemanusiaan dilakukan dari abad ke abad karena inspirasi dan ingin mengikuti ajaran kedua tokoh tersebut. Menurut Marx Weber, Etika Protestan bahkan telah mendorong lahirnya masyarakat industri dan kapitalis di awal abad-20. Mereka memiliki doktrin bahwa Tuhan lebih mencintai pada mereka yang mau kerja keras dan hidup hemat.
Tuhan itu Mahakasih Sayang, namun kasih-Nya mesti dijemput dengan kerja keras. Lalu sosok Nabi Muhammad telah mengubah masyarakat jahiliah padang pasir Arab waktu itu menjadi pusat peradaban besar yang masih terus berkembang hingga hari ini. Nabi Muhammad dikenal oleh sejarah sebagai penggerak umatnya untuk mencintai ilmu pengetahuan, mengajarkan persamaan hak, dan mengangkat harkat wanita.
Tetapi sangat disesalkan,prestasi besar peradaban yang dimotori, diwariskan, dan diteruskan oleh para sahabatnya mengalami kemandekan setelah tersaingi oleh kemajuan Eropa dan Amerika. Supremasi ilmu pengetahuan dan pembelaan hakhak asasi manusia lebih menonjol dikumandangkan oleh Barat, sekalipun Barat juga memiliki banyak catatan hitam tentang kemanusiaan.
Pejuang peradaban dunia pantas berterima kasih kepada sosok-sosokreligiusseperti Thomas Jefferson, Mahatma Gandhi, Ayatullah Khomeini, Nelson Mandela, dan sekian aktor sejarah lain,yang sepak terjang hidupnya sangat diinspirasi oleh nilai-nilai agama. Di Indonesia kita akan menemukan para pejuang kemerdekaan dan kemanusiaan yang kental sekali penghayatan dan keyakinan agamanya.
Jasa mereka bagi bangsa dan masyarakat jauh lebih dirasakan ketimbang gerakan ekstremis yang mengaku sebagai pembela agama. Dalam bidang peradaban yang bersifat tangible atau kasatmata,yang paling spektakuler adalah dalam bidang seni arsitektur. Hampir semua bangunan tua yang indah dan megah selalu diinspirasi dan dimotivasi oleh keyakinan agama.
Kalau sempat jalan-jalan ke Eropa, kita akan dibuat kagum oleh berbagai bangunan gereja yang sangat megah dan indah. Begitu pun di Spanyol dan Turki, keindahan dan kemegahan masjid kuno menjadi objek turis dunia yang sangat terkenal. Di India terdapat banyak kuil-kuil yang artistik. Yang tak kalah indahnya justru terdapat di Indonesia, yaitu Candi Borobudur dan Prambanan. Di Indonesia, kita mudah melihat berbagai bangunan tempat ibadah yang indah senantiasa bermunculan.
Masih dalam bidang seni, banyak seni tari, musik, dan puisi yang kesemuanya dicipta karena dorongan penghayatan iman.Tak terhitung lagi, berapa juta judul buku keagamaan yang mengajak pembacanya untuk memajukan ilmu pengetahuan, mendorong perdamaian, dan berperilaku terpuji. Ajakan dan bimbingan agama untuk membangun peradaban agung senantiasa bergema dari zaman ke zaman.
Pemikir dan pejuang kemanusiaan yang berangkat dari kesadaran agama selalu lahir di setiap zaman. Semua ini sebuah kenyataan yang tak terbantahkan dan tak terkalahkan oleh sekelompok gerakan yang mengusung simbol agama, namun nyatanya malah merusak citra dan martabat agama. Karena itu, tidak mengherankan jika sekarang ini pusat-pusat studi keagamaan berkelas dunia semakin bertambah jumlahnya.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat
Jumat, 23 September 2011 08:27
http://www.uinjkt.ac.id/index.php/category-table/2056--agama-pilar-peradaban.html 
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
9:27 PM

Sifat / Tabiat Manusia

Sifat / Tabiat Manusia

Pada Umumnya sifat manusia terbagi tiga
Introverse
Introverse merupakan sifat atau tabiat manusia yang perhatiannya mengutamakan kepentingan sendiri dari pada orang banyak. orang memiliki sifat ini cenderung egois, penyendiri, kurang bergaul akibatnya kekurangan teman. itupun jika ingin berteman pilih-pilih orang.
Extroverse
Extroperse merupakan kebalikan dari introverse, yaitu sifat atau tabiat manusia yang perhatian lebih mengutamakan kepentingan orang lain daripada dirinya sendiri. orang yang memiliki sifat ini tidak segan-segan membantu orang lain, mudah akrab, memiliki banyak teman, dan terlihat seperti tidak punya masalah. namun kekurangannya kadang orang yang memiliki sipat seperti ini tidak memperhatikan dirinya sendiri, ibarat lilin dia memberikan penerangan kepada orang lain tapi dia tidak sadar kalau dirinya meleleh dan akhirnya mati.
Ambiverse
Ambiverse adalah gabungan introverse dan extroverse yang mengutamakan orang lain dan mementingkan diri sendiri. jadi silahkan pilih, kira-kira anda ada di sifat mana?

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:42 PM

9/18/11

Pencuri Tidak Lagi Beraksi Dimalam Hari

Pencuri Tidak Lagi Beraksi Dimalam Hari

Pencuri Hati
Pencuri Ekspresi
Pencuri Peluang
Pencuri Ilmu
Pencuri Nilai
Pencuri Kesempatan
Pencuri Sinyal
Pencuri Klien
Pencuri Jalur
Pencuri Pandangan
Pencuri Kenikmatan
Pencuri Harga diri
Pencuri Pasangan
Pencuri Akun
Pencuri Data
Pencuri Aplikasi
Pencuri Hak
Pencuri Karya
Pencuri Waktu
Pencuri Energi
Pencuri Budaya
Pencuri . . .
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
8:12 PM

9/16/11

Orang-Orang Yang Tidak Bersyukur

Orang-Orang Yang Tidak Bersyukur

Orang Miskin
Pekerja Keras
Buruh Pabrik
Pengemis
TKI
PRT
dan masih banyak lagi…
Manusia dibekali akal dan pikiran oleh Tuhan yang membedakannya dengan binatang, orang-orang di atas adalah orang-orang yang tidak menggunakan akal dan pikirannya untuk menjalani hidupnya agar menjadi lebih baik. orang-orang yang tidak menggunakan/memanfaatkan apa yang Tuhan berikan kepadanya dengan baik, artinya mereka tidak bersyukur. Padahal jika mereka ingin sedikit saja memanfaatkan anugrah Tuhan yang berupa akal dan pikiran yang tidak dimiliki makhluk lain maka bisa dijamin hidupnya akan menjadi lebih indah.
teman saya pernah bercerita tentang masa lalu temannya yang kelam. sehari-harinya dia bekerja menjadi buruh pengangkut barang di pelabuhan. dia mengangkut barang mulai pagi hingga malam. suatu ketika orang itu sadar dan berpikir tentang pekerjaan yang ia lakukan sehari-hari, jika dia tetap bekerja seperti itu setiap hari, suatu ketika tubuhnya akan menjadi tua dan lemah sehingga tidak lagi bisa digunakan untuk mengangkut barang-barang yang kadang beratnya melebihi berat tubuhnya. hingga akhirnya dia sadar tentang keberadaan akalnya, dan memutuskan untuk pergi ke rumah seorang kyai, belajar disana. dan setelah beberapa tahun dia akhirnya mengabdikan diri di pesantren yang di kelola oleh kyai tadi, dan hidupnya menjadi lebih indah dari sebelumnya.
Saya juga sering melihat kisah orang susah dari salah satu program acara televisi yang selalu menyiarkan orang-orang yang hidupnya susah dan begitu kelihatan menderita. satu hari saya melihat kisah seseorang yang begitu miskin, serba kekurangan, yang memiliki banyak anak dan cucu yang harus dibiayai sendiri karena menantunya pergi entah kemana. ketika orang itu diwawancarai tentang dirinya, dia mengaku mulai bekerja mencari nafkah sejak umur 11 tahun dan sekarang umurnya sudah hampir mencapai 50 tahun. jika di hitung orang itu sudah bekerja kurang lebih 39 tahun, seharusnya dia sudah jadi orang kaya yang serba kecukupan. trus kenapa hidupnya gitu-gitu aja, apa yang salah dari orang ini?? ternyata selama ini dia bekerja menjadi pekerja kebun, itu pun kebun orang lain. dia hanya menggunakan ototnya dan mengabaikan otak, akal dan pikirannya yang merupakan anugrah Tuhan yang sangat luar biasa.
ada juga orang yang selalu berusaha terus menerus untuk mengubah hidupnya dan terus-terusan juga gagal, dan akhirnya dia berpikir kalau dia ditakdirkan untuk menjadi orang susah. orang ini lebih buruk lagi karena sok tau dengan takdirnya dan akhirnya putus asa dan tidak mau berusaha lagi. padahal orang yang belum berhasil adalah orang yang belum berusaha dengan sungguh-sungguh.
diluar dari itu semua, saya tidak bermaksud menghina ataupun melecehkan pekerjaan orang lain. saya hanya ingin mengajak semua orang untuk mensyukuri apa yang telah di anugrahkan kepada kita semua untuk digunakan dengan sebaik mungkin. semoga kita semua menjadi orang-orang yang pandai bersyukur dengan memanfaatkan kelebihan kita yaitu akal dan pikiran yang membedakan kita dengan binatang.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
1:18 PM

Menimbang Kitab Suci

Menimbang Kitab Suci

Semua agama memiliki kitab suci sebagai dokumen dan rujukan doktrin serta ajarannya. Hanya saja tidak semua ajaran yang diwariskan oleh pendiri agama terdokumentasikan secara komplet, otentik, dan akurat dalam kitab suci sehingga banyak ajaran rasul Tuhan yang kemudian sulit ditelusuri oleh generasi di belakangnya.
Ini sangat bisa dipahami karena ketika awal mula agama disebarkan oleh pembawanya, tradisi baca-tulis belum kuat dalam masyarakat. Jadi,kalau sekarang muncul pertanyaan dan perdebatan ilmiah-historis tentang mata rantai dan otentisitas dokumentasi kitab suci sebuah agama, itu merupakan hal yang wajar dan logis saja.
Dalam kajian filsafat agama muncul pertanyaan, apakah yang dinamakan kitab suci itu redaksi dan kandungannya semuanya dari Tuhan ataukah spirit dan makna dari Tuhan lalu redaksinya disusun oleh manusia yang dipengaruhi oleh budaya setempat? Perdebatan itu tak kunjung selesai. Masingmasing memiliki argumen dan keyakinan iman.
Kalau sudah memasuki wilayah keyakinan, kepercayaan, dan iman, maka argumen rasional tidak menjamin bisa mengubah iman seseorang. Dari sekian kitab suci yang menjadi kajian ilmiah serius adalah asal-usul dan otentisitas kitab suci yang menghimpun ajaran Nabi Musa, Isa, dan Muhammad. Di universitas Barat diskusinya bisa sangat liberal karena iklim akademisnya memang memungkinkan.
Mereka sudah terbiasa berpikir kritis,sulit menerima dan memercayai doktrin agama tanpa penalaran. Sebagai kajian ilmiah, baik kitab suci Perjanjian Lama, Perjanjian Baru maupun Alquran yang merupakan Perjanjian Ketiga diposisikan sebagai objek yang diinterogasi secara kritis dan bebas. Tiap kitab suci mesti mampu membela dirinya sendiri dalam proses pengujian dan seleksi ilmiah- historis.
Salah satu pertanyaan fundamental adalah, benarkah ungkapan yang terkandung dalam kitab suci itu firman Allah? Secara historis tentu saja tidak mungkin bisa dibuktikan karena Allah yang Maha Gaib berada di luar sejarah, sementara kitab suci hadir, eksis, sebagai realitas bahasa dan budaya.
Kalaupun pertanyaan pertama tidak bisa dijawab, pertanyaan berikutnya adalah,benarkah kalimat-kalimat dalam kitab suci itu otentik keluar dari lisan para rasul Tuhan? Ataukah karangan,tafsiran, dan rekaan murid-muridnya saja? Demikianlah, masih banyak pertanyaan kritis yang dihadapkan pada kitab suci dalam sebuah kajian ilmiah.
Kitab suci sangat vital posisinya dalam agama karena kitab suci merupakan pintu gerbang dan sekaligus pemandu untuk memahami doktrin dan ajaran agama.Objek keimanan dalam agama hampir semuanya abstrak, tak dapat dilihat dan diraih oleh indra,kecuali kitab sucinya. Kita disuruh beriman kepada Tuhan, kepada malaikat, hari akhir,dan nabi yang semuanya itu tidak pernah kita lihat dan jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Satu-satunya yang bisa kita akses hanyalah peninggalan kitab suci. Jadi,karena sangat vitalnya peran kitab suci,maka logis kalau seorang pencari kebenaran sejati bertanya kritis tentang otentisitas,asal-usul,dan transmisi kitab suci yang sudah melewati lorong waktu berabad-abad.
Bagaimana perjalanan kitab suci yang melewati sekian ratus generasi dan mengunjungi bangsa serta pembaca yang berbeda bahasa, pendidikan, dan budaya bisa meyakinkan orang? Dalam konteks Islam, terdapat dua sumber utama yang berbentuk teks atau tulisan untuk mencari pesan-pesan Nabi Muhammad. Pertama, ucapan-ucapan Muhammad yang dikategorikan sebagai Alquran dan kedua himpunan ucapan dan laporan tindakannya yang masuk kategori hadis.
Sepengetahuan saya,hanya dalam Islam terdapat dua kategori kitab suci yang demikian besar perannya, yaitu Alquran yang diyakini firman Allah yang disampaikan kepada Muhammad melalui malaikat Jibril dan himpunan hadis yang merupakan penjelasan kandungan Alquran serta berbagai catatan kesaksian kehidupan Rasul Muhammad yang menjadi model dan anutan umat Islam.
Kajian kritis terhadap sebuah kitab suci ada yang muncul karena dorongan iman, ada yang muncul dari sikap ilmiah, tetapi ada juga yang didasari rasa kebencian pada satu agama. Jika kitab suci sebuah agama terbukti banyak kelemahan dan kepalsuannya, maka kandungan jarannya juga pantas diragukan.
Semua agama sesungguhnya pantas berterima kasih pada kajian ilmiah-historis yang berusaha melakukan pembelaan dan klarifikasi seputar keberadaan kitab sucinya. Dalam kajian hadis, misalnya, ditemukan mata rantai periwayatan yang lemah dan palsu yang jumlahnya ribuan. Untungnya, dalam tradisi Islam baik hadis yang otentik maupun yang lemah kesemuanya terdokumentasikan dengan baik sehingga mudah diakses bagi para peneliti.
Adapun otentisitas Alquran memang terjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Benarkah Alquran yang ada ini otentik keluar dari lisan Muhammad? Namun diyakini bahwa argumen yang memandang valid lebih kuat ketimbang yang membantahnya. Lagi-lagi, di sini bantuan ilmu sejarah sangat besar. Bagi sebagian orang,apakah berbagai kitab suci agama yang ada sekarang ini otentik ataukah tidak dianggap tidak urgen dipersoalkan.
Yang penting bagaimana menjadi orang beriman dan berbudi mulia.Tapi bagi sebagian orang pemahaman dan keyakinan tentang otentisitas dan kebenaran kitab suci itu sangat penting. Bagi umat Islam, jika ada pihak-pihak yang mencoba menghina dan menghujat kemuliaan Alquran, umat Islam di berbagai penjuru dunia pasti akan bangkit melawan, terlepas mereka memiliki kedalaman ilmu ataukah tidak.
Umat Islam masih bisa menoleransi terhadap mereka yang tidak percaya kepada Tuhan, tetapi jika Alquran dan Rasulullah Muhammad dihujat dan dihina, pasti mereka akan bangkit membela dan melawan. Eksistensi dan posisi kitab suci sangat besar perannya sebagai rujukan ajaran dan penjaga tradisi serta semangat beragama.
Muncul pertanyaan,betulkah pemahaman kita terhadap kitab suci hari ini sama dengan pemahaman generasi awal? Pasti ada yang sama, tetapi mungkin sekali ada bagian-bagian yang berbeda karena adanya jarak ruang dan waktu serta bahasa dan budaya yang jauh berbeda. Jadi kalau terdapat perbedaan penafsiran dan ekspresi beragama semua itu bisa dimaklumi.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat
Jumat, 09 September 2011 07:56
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
10:18 AM

9/14/11

Religion and Science

Religion and Science
There are many kinds of narratives and organizing principles. Science is driven by evidence gathered in experiments, and by the falsification of extant theories and their replacement with newer, asymptotically truer, ones. Other systems - religion, nationalism, paranoid ideation, or art - are based on personal experiences (faith, inspiration, paranoia, etc.).

Experiential narratives can and do interact with evidential narratives and vice versa.

For instance: belief in God inspires some scientists who regard science as a method to "peek at God's cards" and to get closer to Him. Another example: the pursuit of scientific endeavors enhances one's national pride and is motivated by it. Science is often corrupted in order to support nationalistic and racist claims.

The basic units of all narratives are known by their effects on the environment. God, in this sense, is no different from electrons, quarks, and black holes. All four constructs cannot be directly observed, but the fact of their existence is derived from their effects.

Granted, God's effects are discernible only in the social and psychological (or psychopathological) realms. But this observed constraint doesn't render Him less "real". The hypothesized existence of God parsimoniously explains a myriad ostensibly unrelated phenomena and, therefore, conforms to the rules governing the formulation of scientific theories.

The locus of God's hypothesized existence is, clearly and exclusively, in the minds of believers. But this again does not make Him less real. The contents of our minds are as real as anything "out there". Actually, the very distinction between epistemology and ontology is blurred.

But is God's existence "true" - or is He just a figment of our neediness and imagination?

Truth is the measure of the ability of our models to describe phenomena and predict them. God's existence (in people's minds) succeeds to do both. For instance, assuming that God exists allows us to predict many of the behaviors of people who profess to believe in Him. The existence of God is, therefore, undoubtedly true (in this formal and strict sense).

But does God exist outside people's minds? Is He an objective entity, independent of what people may or may not think about Him? After all, if all sentient beings were to perish in a horrible calamity, the Sun would still be there, revolving as it has done from time immemorial.

If all sentient beings were to perish in a horrible calamity, would God still exist? If all sentient beings, including all humans, stop believing that there is God - would He survive this renunciation? Does God "out there" inspire the belief in God in religious folks' minds?

Known things are independent of the existence of observers (although the Copenhagen interpretation of Quantum Mechanics disputes this). Believed things are dependent on the existence of believers.



We know that the Sun exists. We don't know that God exists. We believe that God exists - but we don't and cannot know it, in the scientific sense of the word.

We can design experiments to falsify (prove wrong) the existence of electrons, quarks, and black holes (and, thus, if all these experiments fail, prove that electrons, quarks, and black holes exist). We can also design experiments to prove that electrons, quarks, and black holes exist.

But we cannot design even one experiment to falsify the existence of a God who is outside the minds of believers (and, thus, if the experiment fails, prove that God exists "out there"). Additionally, we cannot design even one experiment to prove that God exists outside the minds of believers.

What about the "argument from design"? The universe is so complex and diverse that surely it entails the existence of a supreme intelligence, the world's designer and creator, known by some as "God". On the other hand, the world's richness and variety can be fully accounted for using modern scientific theories such as evolution and the big bang. There is no need to introduce God into the equations.

Still, it is possible that God is responsible for it all. The problem is that we cannot design even one experiment to falsify this theory, that God created the Universe (and, thus, if the experiment fails, prove that God is, indeed, the world's originator). Additionally, we cannot design even one experiment to prove that God created the world.

We can, however, design numerous experiments to falsify the scientific theories that explain the creation of the Universe (and, thus, if these experiments fail, lend these theories substantial support). We can also design experiments to prove the scientific theories that explain the creation of the Universe.

It does not mean that these theories are absolutely true and immutable. They are not. Our current scientific theories are partly true and are bound to change with new knowledge gained by experimentation. Our current scientific theories will be replaced by newer, truer theories. But any and all future scientific theories will be falsifiable and testable.

Knowledge and belief are like oil and water. They don't mix. Knowledge doesn't lead to belief and belief does not yield knowledge. Belief can yield conviction or strongly-felt opinions. But belief cannot result in knowledge.



Still, both known things and believed things exist. The former exist "out there" and the latter "in our minds" and only there. But they are no less real for that. 
1
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:38 AM

Tahapan-Tahapan Komunikasi

Tahapan-Tahapan Komunikasi

Komunikasi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi bisa terjalin antara seseorang dengan orang lain dengan komunikasi, namun ada beberapa tahapan sebelum melakukan komunikasi.
Persepsi. Persepsi adalah pandangan, pantauan, dan pemaknaan indera terhadap segala sesuatu yang ada di sekeliling kita. jadi segala sesuatu yang ada di sekeliling kita harus diperssepsikan terlebih dahulu. persepsi itu sendiri biasa didapatkan dari penglihatan, pendengaran, pemahaman, baca buku dan lain-lain.
Ideasi. Otak yang merekam hasil ideasi, dalam komputer ideasi seperti memori yang menyimpan data-data yang tertangkap oleh panca indera.
Transmisi. Mengkomunikasikan ideasi ke orang lain, semakin banyak persepsi yang kita ketahui semakin banyak ideasi yang bisa kita komunikasikan dengan orang lain.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:00 AM

9/6/11

Mari Bersikap Optimistis

Mari Bersikap Optimistis

Anda ingin mengeluh, mencaci,dan frustrasi? Banyak hal bisa dijadikan sasaran caci maki dan banyak alasan bisa dibangun secara logis untuk mendukung sikap frustrasi. Kehidupan memang selalu menyimpan tragedi.
Kitab suci pun merekam tragedi kehidupan yang dimulai sejak Adam.Dia terusir dari surga, lalu anaknya, Kabil dan Habil, bertarung dan salah satunya meninggal. Sejarah kehidupan selalu diwarnai pesta kemenangan dan kekalahan. Tetapi jika Anda mau bersikap sebaliknya, yaitu optimistis dan positif,tak kalah banyak fakta dan argumen untuk mendukungnya. Hidup kita kadang memang diposisikan untuk membuat penilaian, adakah ”gelas itu setengah penuh atau setengah kosong”.
Bersikap optimistis dan positif tidak berarti mengabaikan pikiran kritis. Dengan optimistis dan berpikir positif justru terbuka berbagai peluang untuk maju dan bermunculan pikiran alternatif. Saya selalu menyadari bahwa usia republik ini masih sangat muda dibanding negara maju yang sering dijadikan acuan modernisasi dan demokrasi. Sebagai negara muda yang mencakup wilayah yang demikian luas dengan ribuan pulau, ratusan bahasa, adat istiadat, serta agama dan aliran kepercayaan yang sedemikian majemuk, siapa pun pemimpinnya pasti akan menghadapi tantangan berat.
Bangsa ini memang dikenal ramah dan senang gotongroyong. Namun, itu lebih menonjol dalam konteks komunalisme ketika berhubungan dengan sesama warga daerahnya atau kelompoknya. Tetapi, kesadaran dan tradisi sebagai citizen atau ”warga negara” dari sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia masih sangat rendah.
Terdapat jarak yang mesti didekatkan antara sentimen dan loyalitas etnis-kedaerahan menjadi warga negara yang diikat dengan kesadaran hukum dan semangat keindonesiaan, melebihi loyalitas kelompok etnis, golongan, dan agama. Namun, ini tidak berarti tradisi dan kebajikan lokal dan keagamaan lalu dibuang. Jika dilihat ke belakang, jauh sebelum kelahiran RI, terbayang serangkaian konflik dan perang antarkerajaan dan suku di bumi Nusantara ini. Juga perang melawan penjajah.
Begitu pun setelah merdeka, ternyata berbagai pemberontakan dan gejolak politik susul-menyusul sejak yang berskala nasional yang memuncak pada peristiwa G-30-S dan masih terjadi lagi tragedi Mei 1998. Setelah itu konflik antarkelompok etnis dan agama juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia.Dan ingatan kita masih segar bagaimana serangkaian bom bunuh diri mengharubiru perasaan kita semua.
Melihat itu semua jelas cukup alasan bagi kita untuk bersikap pesimistis-negatif terhadap kondisi bangsa dan negara. Belum lagi berita korupsi, kecelakaan lalu lintas, peredaran narkoba, dan pengangguran yang setiap hari disajikan media massa. Meski begitu, sesungguhnya jauh lebih banyak alasan bagi kita untuk bersikap optimistis dan mensyukuri kondisi yang ada sebagai modal untuk bangkit mengisi lembaran-lembaran baru kehidupan berbangsa dengan cerita yang indah.
Dibandingkan negaranegara Timur Tengah yang tengah bergejolak menuntut penerapan demokrasi akibat penguasa yang tiran, alhamdulillah, Indonesia telah berhasil melampauinya. Jabatan presiden dibatasi maksimal hanya dua kali.Masyarakat memiliki ruang terbuka untuk mendirikan partai politik guna menyalurkan aspirasinya dalam mengatur jalannya pemerintahan. Meskipun terdapat kebocoran anggaran dan kebijakan politik yang kadang tidak jelas dan tegas,bagaimanapun pemerintah berjalan stabil dan memperoleh kepercayaan dunia.
Kelompok dan gerakan ekstremisme-radikalisme, apa pun ideologinya, semakin tidak populer, ruang geraknya kian menyempit. Masyarakat sudah semakin dewasa bahwa berbagai paham keagamaan yang menyebarkan kebencian dan permusuhan dengan sesamanya ujungnya hanya akan menyengsarakan diri, para ulama pun tidak menaruh simpati dan pembenaran atas paham dan gerakan mereka.
Jika semua ini diterima sebagai pembelajaran secara cerdas dan serius, akan berlaku formula bahwa sebuah bangsa akan tumbuh besar hanya setelah lulus mengalahkan berbagai problem dan tantangan besar yang menghadangnya. Sebagai anak bangsa saya berbangga dan salut pada para pendahulu dan pejuang negeri ini yang telah lulus mengalahkan tantangan pada zamannya. Hanya mengeluh dan mencaci tanpa ikut bekerja keras memecahkan problem bangsa adalah sikap yang tidak terpuji.
Malu terhadap para pendahulu kita yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan dan menjaga tegaknya republik ini. Termasuk sikap tidak terpuji, bahkan pengkhianat, adalah mereka yang diberi kepercayaan dan jabatan mulia untuk melipatgandakan amal baktinya untuk negeri, tetapi malah korupsi, hanya memikirkan kepentingan dirinya. Pejabat seperti ini mestinya mundur atau diundurkan saja segera.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat   
Jumat, 13 Mei 2011 08:48
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
6:55 PM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Kode Etik Jurnalistik
    Kode etik jurnalistik sangat penting bagi wartawan untuk mengatur etika-etika sang wartawan dan menentukan yang mana harus dilakukan dan ya...
  • TV ONLINE
    blog free download
  • Embun Pagi
    Ketika Jendela Terbuka Sinar Matahari Mencubit Manja Kulit Wajahku Membelai Halus Selembar Nyawaku Setetes Embun Ku Jilat Sejuk Mera...
  • PUTRA NABABAN SANG JURNALIS BERPRESTASI
    Putra Nababan mengawali karirnya di Koran Merdeka yang berubah nama menjadi Rakyat Merdeka, kemudian pindah ke Metro tv dan ke RCTI. Pria ...

Arsip Blog

  • ►  2013 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2012 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  May (7)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)
    • ►  January (7)
  • ▼  2011 (74)
    • ►  December (9)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ▼  September (8)
      • Agama Pilar Peradaban
      • Sifat / Tabiat Manusia
      • Pencuri Tidak Lagi Beraksi Dimalam Hari
      • Orang-Orang Yang Tidak Bersyukur
      • Menimbang Kitab Suci
      • Religion and Science
      • Tahapan-Tahapan Komunikasi
      • Mari Bersikap Optimistis
    • ►  August (11)
    • ►  July (8)
    • ►  June (6)
    • ►  May (9)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (10)

Pages

  • BERANDA
  • RADIO STREAMING
  • TV ONLINE
  • VIDEO
  • PICTURE

Pages

  • Home
ar_mutajalli. Powered by Blogger.
Copyright 2013 Blog Keywords - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates