Blog Keywords

Keyword for Writing

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » Archive for January 2012

1/22/12

Bagaikan Batu Kerikil Ditelan Lautan

Bagaikan Batu Kerikil Ditelan Lautan

Suatu hari saya berdiri menghadap ke laut lepas. Lalu saya melemparkan sebuah batu kerikil ke tengah lautan. Dari jauh saya amati apa yang terjadi dengan lemparan tadi.
Pertama, terlihat cipratan air dan riak kecil yang berlangsung kurang dari satu menit, kemudian menghilang. Saya tidak tahu lagi ke manabatu kerikil tadi. Orang pun tidak peduli bagaimana nasib batu kerikil yang saya lempar itu. Peristiwa kecil di atas membuat saya tercenung.Bukankah diriku yang terlempar ke dunia ini tak ubahnya seperti batu kerikil tadi?
Saya terlempar ke ruang semesta yang luasnya tak terjangkau nalar. Diperkirakan tidak kurang dari 250 miliar gugusan Bimasakti ada di semesta ini.Bahkan bisa jadi lebih dari itu,nalar manusia tidak sanggup mengukur bentangan ruang dan waktu tempat kita semua terlahir, tumbuh dan kemudian menghilang ditelan kematian. Jangankan diri kita, sedangkan Planet Bumi saja bagaikan sebuah kerikil di tengah taburan planet yang tak terhitung jumlahnya.
Kita terlahir, lalu menciptakan riakriak kecil yang akhirnya lenyap ditelan bumi. Kita tidak sanggup menghitung berapa sudah manusia terlahir, kemudian menghilang. Berapa banyak lagi di masa depan manusia akan singgah sebentar di planet ini,yang kemudian menghilang entah ke mana atau mau jadi apa setelahnya.
Kalau saja hidup hanya diukur dengan sukses materi, atau dengan penampilan fisik yang sehat dan menarik, dengan banyaknya uang dan kekayaan duniawi lain, maka kita perlu merenung, untuk apa semua itu? Untuk apa sesungguhnya manusia sibuk mengumpulkan harta jauh melebihi kebutuhan jika pada akhirnya malah membuat repot dan jadi beban hidup?
Kalaupun suatu saat bebatuan dan gunung berubah menjadi emas, benarkah pemiliknya menjadi lebih bangga dan bermakna untuk hidupnya? Kita tentunya ingat kisah Raja Midas dalam legenda Yunani Kuno yang hidupnya berakhir dengan tragis. Dia ingin sekali menjadi raja yang terkaya di dunia, sehingga tak seorang pun boleh menandingi kekayaannya.
Maka dia bertapa, minta pada sang Dewa agar dianugerahi tangan sakti. Dengan tangan saktinya itu dia membayangkan agar apa pun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Pendek cerita, sang Dewa akhirnya mengabulkan permintaannya. Maka Raja Midas kembali ke istananya untuk mewujudkan impiannya memiliki istana emas dan menjadi raja terkaya di muka bumi.
Demikianlah, begitu menginjak halaman istana, pagar istana di sentuhnya sehingga seketika telah berubah menjadi emas. Dia tertawa kegirangan, lalu melangkah masuk, tiangtiang istana pun disentuhnya dan seketika itu juga berubah menjadi emas. Saking gembiranya dan untuk melampiaskan nafsunya, maka diamdiam meja kursi juga disentuh sehingga semuanya berubah menjadi istana emas.
Dia ingin membuat kejutan dan hadiah termahal pada istri tercinta yang juga sangat cinta pada kekuasaan dan kekayaan.Aku adalah raja terkaya di muka bumi,pikirnya dengan bangga. Tak ada seorang pun yang mampu menyaingi kekayaan saya dan istri secantik istri saya. Tak seorang pun yang memiliki tangan sakti seperti saya.
Setelah merasa puas berhasil menyulap istana dan seisinya menjadi emas, Raja Midas memanggil istrinya untuk diperlihatkan keajaiban yang telah diciptakannya.Saking gembira serta kangennya karena sudah lama tidak bertemu dengan istrinya, maka berpelukanlah mereka. Namun apa yang terjadi? Berubahlah istrinya menjadi patung emas. Raja Midas kemudian menangis meraung- raung bagaikan orang gila.
Apa pun yang disentuh berubah menjadi emas, sejak dari makanan,minuman semuanya berubah menjadi emas. Dia kesepian, bingung, sedih merana dan penuh penyesalan.Dia lupa bahwa sumber kehidupan adalah roh dan jiwa yang sehat,yang selalu memancarkan kasih Tuhan untuk sesamanya dan suatu saat kelak ruh itu akan kembali ke haribaan Tuhan.
Andaikan hidup hanya membanggakan kehebatan duniawi dan kekayaan materi, maka manusia bagaikan kelelawar yang terbang siang, dia buta karena tak sanggup menatap cahaya matahari yang begitu menyilaukan mata.Tetapi dengan matahari,seorang yang beriman akan mampu menatap siapa pencipta matahari dan semesta alam ini. Maka dia bertapa, minta pada sang Dewa agar dianugerahi tangan sakti.
Dengan tangan saktinya itu dia membayangkan agar apa pun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Pendek cerita, sang Dewa akhirnya mengabulkan permintaannya. Maka Raja Midas kembali ke istananya untuk mewujudkan impiannya memiliki istana emas dan menjadi raja terkaya di muka bumi.
Demikianlah, begitu menginjak halaman istana, pagar istana di sentuhnya sehingga seketika telah berubah menjadi emas. Dia tertawa kegirangan, lalu melangkah masuk, tiangtiang istana pun disentuhnya dan seketika itu juga berubah menjadi emas. Saking gembiranya dan untuk melampiaskan nafsunya, maka diamdiam meja kursi juga disentuh sehingga semuanya berubah menjadi istana emas.
Dia ingin membuat kejutan dan hadiah termahal pada istri tercinta yang juga sangat cinta pada kekuasaan dan kekayaan.Aku adalah raja terkaya di muka bumi,pikirnya dengan bangga. Tak ada seorang pun yang mampu menyaingi kekayaan saya dan istri secantik istri saya. Tak seorang pun yang memiliki tangan sakti seperti saya.
Setelah merasa puas berhasil menyulap istana dan seisinya menjadi emas, Raja Midas memanggil istrinya untuk diperlihatkan keajaiban yang telah diciptakannya.Saking gembira serta kangennya karena sudah lama tidak bertemu dengan istrinya, maka berpelukanlah mereka. Namun apa yang terjadi? Berubahlah istrinya menjadi patung emas.Raja Midas kemudian menangis meraung- raung bagaikan orang gila.
Apa pun yang disentuh berubah menjadi emas, sejak dari makanan,minuman semuanya berubah menjadi emas. Dia kesepian, bingung, sedih merana dan penuh penyesalan.Dia lupa bahwa sumber kehidupan adalah roh dan jiwa yang sehat,yang selalu memancarkan kasih Tuhan untuk sesamanya dan suatu saat kelak ruh itu akan kembali ke haribaan Tuhan.
Andaikan hidup hanya membanggakan kehebatan duniawi dan kekayaan materi, maka manusia bagaikan kelelawar yang terbang siang, dia buta karena tak sanggup menatap cahaya matahari yang begitu menyilaukan mata.Tetapi dengan matahari,seorang yang beriman akan mampu menatap siapa pencipta matahari dan semesta alam ini.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat   
Jumat, 20 Januari 2012 05:54

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
10:35 AM

Starts The End

Starts The End

Ungkapan di atas, starts from the end, seingat saya keluar dari lisan Pak Habibie ketika merancang pabrik pesawat terbang.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan penduduk di atas 200 juta sangat memerlukan alat transportasi udara. Pak Habibie sangat yakin, putra-putra Indonesia mampu membuat pesawat terbang dan itu telah dibuktikan. Menurutnya, jika berhasil membuat pesawat terbang yang memerlukan high-tech, Indonesia akan dengan mudah membuat kapal laut, kereta api, mobil, dan sepeda motor. Mungkin logika itulah yang dimaksud dengan ungkapan starts from the end. Mulai dari proyek akhir yang paling sulit dan canggih. Pertanyaan yang muncul, mengapa industri pesawat terbang kreasi anak-anak bangsa yang kualitasnya diakui dunia tersendat-sendat perjalanannya?
Masalah utamanya pasti bukan karena kemiskinan sumber daya manusia (SDM), tetapi sudah masuk wilayah kebijakan politik pemerintah. Mungkin ini yang juga dihadapi Iran ketika mengembangkan nuklir yang membuat Israel berusaha dengan berbagai cara untuk menyetopnya dengan menggunakan tangan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Lagi-lagi kebangkitan teknologi canggih sebuah bangsa tidak pernah lepas dari respons dan kepentingan politik serta bisnis negara-negara lain. Lalu,bagaimana dengan nasib mobil Kiat Esemka?
Saya bukan penggemar mobil, tidak juga pedagang mobil.Tapi cukup terkesan dan tertarik untuk ikut nimbrung memberi apresiasikarya anak-anakSMKyang berhasil merakit mobil Kiat Esemka di Solo. Ini bukan proyek pesawat terbang, bukan pula proyek mobil Timor produk Korea yang dirakit di Indonesia. Ini produk pelajar SMK, sekolah yang kurang diminati keluarga kelas menengah ke atas. Keberhasilan Kiat Esemka pasti menstimulasi SMK se- Indonesia dan membuat mereka percaya diri.Terdapat sekitar 9.400 SMK dengan guru 230.000 orang dan jumlah murid sekitar 4 juta.
Secara tidak langsung ini juga merupakan kritik pada dunia kampus dan pada pemerintah pusat menyangkut kebijakan industri automotif yang sangat memanjakan produk asing. Untunglah respons ITB dan ITS serta pemerintah cukup positif,mau mendukung kreasi anak-anak SMK. Sesungguhnya hal ini tidak mengejutkan mengingat akhir-akhir ini banyak pelajar Indonesia yang menjuarai olimpiade sains tingkat internasional. Kini masyarakat mulai jenuh dengan heboh demokrasi yang hanya menekankan kebebasan berserikat dan berekspresi.
Sekarang masyarakat menagih janji-janji demokrasi berupa pemerintahan yang bersih, pelayanan bagus, dan meningkatnya kesejahteraan rakyat. Dalam suasana batin yang diliputi kekecewaan terhadap situasi bangsa, kemunculan Kiat Esemka bagaikan gula-gula yang sedikit menghibur. Bahwa ada komunitas baru yang tumbuh di luar lingkaran politik, birokrasi, dan kehidupan glamor yang ternyata mampu berkreasi memproduksi mobil di tengah hegemoni produk asing yang mahal yang melekat dengan gaya hidup para politikus.
Mobil Kiat Esemka ini menarik diangkat bukan semata karena merupakan produk anak-anak SMK, tetapi juga sebagai test-casesikap pemerintah, pengusaha, dan mental masyarakat kita dalam mengapresiasi dan mendorong tumbuhnya kreasi anak-anak negeri dalam berbagai sektor. Coba saja amati di toko, pasar, dan lingkungan sekolah serta kerja, hampir semua peralatan dan sarananya didominasi produk asing. Oleh karenanya saya gembira mendengar beberapa kepala daerah yang mewajibkan karyawannya mengenakan sepatu produk lokal.
Kalau sikap politik ini meluas dan dikembangkan lagi tidak sebatas sepatu,pasti dampak positifnya sangat signifikan bagi ekonomi Indonesia dan membiasakan cinta produk-produk dalam negeri. Bukan berita asing, pelajar Indonesia yang memenangi olimpiade sains internasional selalu diincar dan ditawari beasiswa oleh perguruan tinggi asing seperti Singapura, Hong Kong, Jepang. Apakah kita akan membiarkan terjadinya brain drain? Prestasi anak-anak SMK yang telah berhasil memproduksi Kiat Esemka semoga dijadikan momentum untuk memberikan apresiasi dan membina industri dalam negeri sambil dilakukan perbaikan disana-sini.
Yang diperlukan adalah kesadaran dan dukungan masyarakat untuk bangga menggunakan produk dalam negeri. Namun tak kalah pentingnya adalah kebijakan politik pemerintah serta kalangan pengusaha besar yang memihak pada pemberdayaan rakyat kecil, bukannya mengeksploitasi mereka semata sebagai pangsa pasar dan sumber pendulangan suara dalam setiap pilkada atau pemilu.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat   
Jumat, 13 Januari 2012 05:14

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
10:34 AM

1/20/12

Hadiah ulang tahunku yang pertama dan sangat fenomenal


Ulang tahunku masih beberapa hari lagi. Namun hari ini saya sudah mendapatkan hadiah/kado ulang tahun yang sangat mengejutkan, yang sangat fenomenal dalam hidupku dan tidak pernah kusangka, bahkan saya tidak pernah merasakan firasat apapun tentang hadiah itu sebelumnya. Namun merupakan sebuah keharusan untuk menerima hadiah itu, karena hadiah itu datang begitu saja tanpa saya sadari sebelumnya, bahkan saya sendiri tidak tau kalau hadiah itu sudah saya terima dan akhirnya berujung di kantor polisi.
Ceritanya begini, kenapa saya sebut hadiah itu sangat mengagetkan dan fenomenal dalam hidupku, karena seumur hidup saya belum pernah merayakan ulang tahunku. Hari yang menurut kebanyakan orang merupakan hari istimewa berlalu begitu saja seperti hari biasa bagi saya. Lagi pula dikeluarga saya tidak ada tradisi memperingati hari ulang tahun [kecuali maulid nabi]. Sebenarnya itu bukanlah hadiah pada awalnya, kejadiannya berlalu begitu cepat tanpa saya sadari.
Saya baru saja pulang dari tempat teman. Karena tempat teman saya di sebuah lorong dan tidak terlalu jauh dari jalan raya, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki, tepatnya ke persimpangan Pasar Jumat untuk naik angkot yang akan membawa saya ke Kampung Utan [angkot D01]. Sesaat sebelum saya naik angkot, saya memutuskan untuk membeli teh gelas karena kerongkongan saya terasa kering setelah berjalan menyusuri lorong, walaupun tidak terlalu jauh sebenarnya.
Sambil menikmati teh gelas, saya memutuskan untuk memotret suasana lalu lintas di Pasar Jumat dengan kamera handphone. Karena memang saya hobi jepret sana-sini walaupun dengan kamera sederhana. Setelah merasa cukup menyalurkan hobi fotografi saya dengan alat seadanya, saya memutuskan untuk naik angkot. Biasanya saya melewatkan beberapa angkot dan pilih-pilih angkot yang ingin saya tumpangi. Namun kali ini saya langsung naik begitu saja yang awalnya penumpangnya hanya dua orang, dengan saya berarti bertiga.
Kali ini saya tidak pilih-pilih angkot karena terbayang dengan kamar kosan saya yang kotor dan berniat membersihkannya sebelum gelap [karena waktu itu memang sudah agak sore sekitar pukul 16.40]. Mengingat sampah-sampah di depan kamar saya yang sudah menumpuk sekitar seminggu yang lalu.
Setelah saya duduk di dalam angkot, mulailah angkot itu berjalan perlahan, walaupun sebenarnya angkot itu mau ngetem lama. Tapi tidak jadi karena di depan ada petugas yang berjaga mengatur lalu lintas agar tidak macet. Karena ada beberapa calon penumpang yang ingin naik ke angkot yang saya tumpangi, pak supir akhirnya memutuskan untuk berhenti setelah melewati petugas yang berjaga tadi untuk menaikkan calon penumpang itu. [calon penumpang itu berlima (karena saya memang menghitungnya) mereka semuanya laki-laki yang umurnya sekitar 40-50an]. Setelah berlari-lari kecil mengejar angkot akhirnya calon penumpang itu naik juga kedalam angkot yang saya tumpangi.  
Dalam hati saya, kenapa penumpang ini rela berlari mengejar angkot yang sudah lewat? Padahalkan mereka bisa saja naik angkot yang lain tanpa harus berlari mengejar angkot yang sudah lewat. Tapi ya sudahlah, mereka sudah naik mungkin rejekinya pak supir juga.
Dinilah berawal hadiah yang saya maksud.
Setelah penumpang tadi naik, karena mereka berlima saya ingat betul posisi duduk  mereka. [Saya duduk di kursi bagian kanan yang dibelakang supir].Tiga orang duduk disamping kanan saya dan dua orang di depan saya. Angkot mulai berjalan beberapa meter, salah satu diantara penumpang tadi yang naik bersamaan, tepatnya yang duduk di depan saya, membagikan brosur/selebaran kepada penumpang lain yang ada di dalam angkot. Selebaran itu berisi tentang pengobatan-pengobatan tradisional, refleksi, pijat, penyembuhan tanpa operasi, dan lain-lain. Saya menganggap selebaran itu biasa saja, karena selebaran seperti ini sudah sering saya temukan.
Namun tiba-tiba penumpang yang membagikan selebaran tadi langsung meraih tangan saya dan memijatnya seolah-olah dia mempraktekkan pengobatannya secara langsung. Kemudian dia pindah ke kaki saya dan memijatnya agak lama dengan cara yang tidak biasa, dia menggoyang-goyangkan kaki saya ke kiri ke kanan memutar-mutarnya dan bercerita sedikit tentang keahliannya dalam penyembuhan.
Tidak lama berselang, penumpang yang membagikan selebaran tadi turun. Kemudian penumpang yang di samping saya mendekat dan menanyakan alamat praktek yang tertulis di selebaran tadi. Karena tulisannya agak kecil dan penumpang itu memang sudah agak berumur dan berkacamata. Tanpa menaruh curiga, saya langsung menunjukkan dan membacakan alamat yang dia maksud. Beberapa detik kemudian penumpang lain yang duduk di depan saya berkata “hp mu ada nggak?” saya langsung kaget dan memeriksa kantong saya dan ternyata handphone saya sudah tidak ada. Saya langsung panik, kemudian penumpang itu berkata lagi “hp mu diambil oleh orang yang tadi memijat kakimu”.
Angkot itu langsung di suruh berhenti oleh penumpang di depan saya dan menyuruh saya untuk mengejar penumpang tadi, katanya belum jauh dia bersembunyi dibalik pohon, sambil menunjuk pohon yang ia maksud. Dalam keadaan panik saya pun turun dari angkot dan merusaha mencari orang tadi tapi saya tidak menemukan siapa-siapa di balik pohon itu. Saya tetap menjaga pandangan kearah angkot berharap angkot itu tidak meninggalkan saya, tapi setelah beberapa saat angkot itu pun pergi. Kemudian Saya berhenti sejenak dan berpikir, kok bisa ya saya cuma di pijat kemudian handphone saya hilang bagaimana caranya? Solah-olah hal itu tidak masuk akal.
Kemudian saya sadar kalau semua penumpang yang berlima tadi, yang naik bersamaan, yang berlari mengejar angkot yang saya tumpangi adalah komplotan pencopet. Sebenarnya handphone saya tadi masih ada di dalam angkot. Orang yang memijat kaki saya ke kiri ke kanan dan memutar-mutarnya, itu merupakan usahanya untuk mengeluarkan handphone dari kantong saya. Dan orang yang bertanya tentang alamat yang yang ada diselebaran tadi adalah sang eksekutor yang bertugas untuk mengambil handphone dari kantong saya. Dan orang yang duduk di depan saya bertugas untuk menjauhkan saya dari mereka, kemudian yang lainnya bertugas berjaga-jaga kalau misalnya saya melawan.
Kejadiannya berlangsung begitu cepat dan mungkin dia sudah memutuskan untuk memilih saya sebagai mangsanya ketika melihat saya memotret-motret sesaat sebelum naik angkot. Itu pula alasan mereka rela berlari-lari mengejar angkot yang saya tumpangi, karena calon korbannya ada di dalam angkot tersebut.
Trik yang bagus menurut saya dan kejadian ini saya anggap sebagai hadiah ulang tahun saya yang akan jatuh beberapa hari lagi tepatnya 30 Januari nanti. Karena dari kejadian ini banyak hikmah yang saya dapat. Kejadiannya masih berlanjut [tadi kan saya bilang berakhir di kantor polisi]. Saya langsung ke Ciputat dan mencari angkot yang saya tumpangi tadi, tapi sayangnya tidak ketemu karena saya lupa mencatat plat dan nomor angkotnya.
Saya mencari angkot itu karena ingin menanyakan komplotan pencopet itu turun dimana, dan saya tau kalau supir angkot itu tidak ada hubungannya dengan pencopet-pencopet itu.
Saya mendatangi beberapa tongkrongan supir angkot dan menceritakan kejadian yang menimpa saya. Tapi mereka tidak bisa membantu karena tidak ada ciri yang bisa saya berikan. Dan menurut beberapa pengakuan supir, kejadian yang saya alami bukan hal baru bagi mereka karena mereka juga pernah mengalaminya. Mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk membantu korban pencopetan karena mereka juga mendapat ancaman dari komplotan pencopet itu.
Mereka hanya menyarankan untuk selalu berhati-hati di dalam angkot dan tidak langsung percaya kepada orang yang baru kenal dan sok akrab di dalam angkot. Nah, menurut saya itu merupakan salah satu hikmah juga yang saya dapatkan. Karena sebelumnya saya tidak pernah berani mendekati dan bertanya-tanya dengan orang lain apalagi supir-supir angkot. Tapi pada akhirnya saya bisa berbicara dan akrab dengan mereka dari kejadian itu.
Pusing..!!

Terakhir saya pergi melapor ke kantor polisi, walaupun saya tau polisi tidak bisa melakukan apa-apa untuk menemukan kembali handphone saya. Ini juga salah satu hikmah karena saya jadi berani ke kantor polisi sendirian yang sebelumnya saya selalu di temani. Di kantor polisi saya bertemu dengan orang yang pernah menjadi korban pencopetan empat tahun yang lalu, dengan modus dan trik yang sama, mungkin dengan pelaku yang sama juga.
Dari kejadian ini saya mengambil banyak hikmah yang sangat luar biasa dan berkesimpulan kalau kejahatan itu selalu ada hanya saja belum menimpa kita [semoga saja tidak]. Karena kejadian ini sudah menimpa orang lain empat tahun yang lalu dan saya baru saja mengalaminya beberapa hari ini (19/01). Yang bisa kita lakukan hanya mencegah dan melakukan persiapan menghadapi musibah itu. Karena kata teman kosan saya “musibah itu pada dasarnya adalah sebuah aib”. Jadi selalulah berhati-hati.
Selamat ulang tahun DBlogger. 


postingan ini adalah diikutsertakan dalam lomba posting di dBlogger dengan backlink http://dblogger.blogdetik.com



Ekspresi Seru debloGGer
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:44 PM

1/12/12

Busway Lama..!!!





Bus trans Jakarta yang tak kunjung datang membuat penumpang geram dan menuliskan kata “lama…!!!” di karcisnya dan memasukkannnya ke kotak saran yang disediakan pengelola. Semoga keluhan itu di dengar oleh pemerintah dan memberikan solusi yang tepat.
0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
10:56 PM

Pemimpin Itu Inspirator

Pemimpin Itu Inspirator

Banyak teori tentang kepemimpinan dan di sana terdapat berbagai aspek untuk menilai hasil kinerjanya. Salah satu aspek untuk menimbang keberhasilannya adalah seberapa besar memberi inspirasi dan memengaruhi perilaku orang-orang di sekitarnya.
Lebih dari sekadar pengaruh adalah warisan yang ditinggalkannya. Umat beragama biasanya akan menempatkan sosok nabinya sebagai model. Bagi umat Islam, sosok pemimpin yang dianggap paling ideal adalah Nabi Muhammad. Bahkan para sejarawan pun mengakui akan kehebatan sosok Muhammad sebagai penggubah sejarah dunia. Salah satu tolok ukurnya terlihat dalam keberhasilannya memberi inspirasi para sahabat yang tadinya hidup dalam kultur jahiliah, lalu berubah drastis menjadi figurfigur tercerahkan.
Jadi, untuk menimbang kehebatan sosok Muhammad sebagai pemimpin, lihat saja kualitas orang-orang di sekitarnya. Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, dan sekian sahabat lainnya (bukan murid, tetapi sahabat) berubah dari asuhan tradisi jahiliah menjadi pribadi-pribadi cinta ilmu, bersemangat berkurban demi rakyat, dan senantiasa menjunjung tinggi moralitas agung.
Logika berpikir ini mari kita terapkan untuk menimbang sosok pemimpin di Indonesia sejak dari bupati, wali kota, gubernur sampai presiden.Kualitas seorang pemimpin akan terlihat dari kualitas orang-orang di sekitarnya. Jalan pikiran, tutur kata, tingkah laku, dan bahkan gaya pidato seorang pemimpin akan menginspirasi anak buah. Coba perhatikan Bung Karno. Banyak orang terinspirasi dan termotivasi oleh retorika dan semangat nasionalisme yang menggelegar, bahkan getarannya ikut menggerakkan pemimpin negara Asia-Afrika untuk bangkit melawan imperialisme.
Bung Karno membuat para diplomat kita waktu itu bangga dan tampil percaya diri dalam pergaulan dunia. Pendeknya, Bung Karno berhasil menciptakan rasa bangga dan percaya diri bagi warga Indonesia. Lain Bung Karno lain lagi Pak Harto. Pak Harto bisa saja diposisikan sebagai penerus dan penerjemah Bung Karno dalam format teknokratik-operasional dalam membangun ekonomi bangsa.
Oleh karenanya di era Pak Harto bermunculan figur-figur teknokrat yang duduk dalam jajaran kabinet. Mereka memiliki kemampuan teknokratik untuk menerjemahkan garis-garis besar haluan negara dengan hasil yang terukur. Bahkan gagasan dan gerakan modernisasi di bawah Pak Harto telah menginspirasi negara-negara tetangga sehingga Indonesia dijadikan model dan disegani di kalangan negara ASEAN. Baik Bung Karno maupun Pak Harto tentu tidak bebas dari kekurangan.
Namun keduanya akan tetap dikenang sebagai presiden Indonesia yang mewariskan jejak-jejak besar bagi perjalanan bangsa ini. Setelah Pak Harto lengser, muncul presiden dalam waktu yang tidak lama.Lagi-lagi, tiap penerusnya mewariskan jejaklangkah historis, sejak Habibie, Gus Dur hingga Megawati.
Dari semua itu, setelah Pak Harto,yang paling lama adalah Presiden SBY yang diagendakan selama 10 tahun sampai 2014 nanti. Warisan monumental apakah yang diwariskan Presiden SBY, bukan kapasitas saya untuk menilai dalam esai yang amat singkat ini. Juga, inspirasi dan motivasi apa yang ditularkan Pak SBY pada jajaran kabinet dan lingkungan dekatnya, bagi saya tidak mudah untuk mengukurnya, di samping juga belum berakhir mandatnya sebagai presiden.
Keadaan sudah berubah, baik situasi ekonomi, politik maupun undang-undang pemerintahan, sehingga tolok ukur untuk menilainya juga berubah. Namun yang namanya seorang sosok pemimpin besar akan tetap menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk menciptakan perubahan dan kemajuan bagi lingkungannya. Waktu belajar di pesantren dulu kiai pernah memberi nasihat: orang yang takut salah untuk melakukan sesuatu, dia sudah berada dalam kubangan kesalahan.
Orang yang takut salah, jangan berbuat sesuatu. Tapi orang seperti itu tidak pantas jadi imam, kata kiai. Paling pas ya jadi makmum kalau dalam salat jamaah. Jadi, masuk tahun 2012 ini saya merindukan tampilnya sosok-sosok pemimpin yang sekaligus juga sosok negarawan, bukannya sekadar aktivis politik. Jabatan pemimpin itu bukan profesi, tetapi panggilan dan peluang untuk ikut mengukir sejarah bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Ditulis oleh Prof Dr Komaruddin Hidayat   
Jumat, 06 Januari 2012 09:09

0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
8:47 AM

1/1/12

tiga logo




0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:05 PM

logo ku


0
Komentar
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
11:34 AM
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Kode Etik Jurnalistik
    Kode etik jurnalistik sangat penting bagi wartawan untuk mengatur etika-etika sang wartawan dan menentukan yang mana harus dilakukan dan ya...
  • TV ONLINE
    blog free download
  • Embun Pagi
    Ketika Jendela Terbuka Sinar Matahari Mencubit Manja Kulit Wajahku Membelai Halus Selembar Nyawaku Setetes Embun Ku Jilat Sejuk Mera...
  • PUTRA NABABAN SANG JURNALIS BERPRESTASI
    Putra Nababan mengawali karirnya di Koran Merdeka yang berubah nama menjadi Rakyat Merdeka, kemudian pindah ke Metro tv dan ke RCTI. Pria ...

Arsip Blog

  • ►  2013 (1)
    • ►  June (1)
  • ▼  2012 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  May (7)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)
    • ▼  January (7)
      • Bagaikan Batu Kerikil Ditelan Lautan
      • Starts The End
      • Hadiah ulang tahunku yang pertama dan sangat fenom...
      • Busway Lama..!!!
      • Pemimpin Itu Inspirator
      • tiga logo
      • logo ku
  • ►  2011 (74)
    • ►  December (9)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (8)
    • ►  August (11)
    • ►  July (8)
    • ►  June (6)
    • ►  May (9)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (10)

Pages

  • BERANDA
  • RADIO STREAMING
  • TV ONLINE
  • VIDEO
  • PICTURE

Pages

  • Home
ar_mutajalli. Powered by Blogger.
Copyright 2013 Blog Keywords - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates