Blog Keywords

Keyword for Writing

  • Home
  • About
  • Template
  • Design
  • Blogger
  • Tips Tricks
Home » ceritaku » Hadiah ulang tahunku yang pertama dan sangat fenomenal

1/20/12

Hadiah ulang tahunku yang pertama dan sangat fenomenal


Ulang tahunku masih beberapa hari lagi. Namun hari ini saya sudah mendapatkan hadiah/kado ulang tahun yang sangat mengejutkan, yang sangat fenomenal dalam hidupku dan tidak pernah kusangka, bahkan saya tidak pernah merasakan firasat apapun tentang hadiah itu sebelumnya. Namun merupakan sebuah keharusan untuk menerima hadiah itu, karena hadiah itu datang begitu saja tanpa saya sadari sebelumnya, bahkan saya sendiri tidak tau kalau hadiah itu sudah saya terima dan akhirnya berujung di kantor polisi.
Ceritanya begini, kenapa saya sebut hadiah itu sangat mengagetkan dan fenomenal dalam hidupku, karena seumur hidup saya belum pernah merayakan ulang tahunku. Hari yang menurut kebanyakan orang merupakan hari istimewa berlalu begitu saja seperti hari biasa bagi saya. Lagi pula dikeluarga saya tidak ada tradisi memperingati hari ulang tahun [kecuali maulid nabi]. Sebenarnya itu bukanlah hadiah pada awalnya, kejadiannya berlalu begitu cepat tanpa saya sadari.
Saya baru saja pulang dari tempat teman. Karena tempat teman saya di sebuah lorong dan tidak terlalu jauh dari jalan raya, akhirnya saya memutuskan untuk berjalan kaki, tepatnya ke persimpangan Pasar Jumat untuk naik angkot yang akan membawa saya ke Kampung Utan [angkot D01]. Sesaat sebelum saya naik angkot, saya memutuskan untuk membeli teh gelas karena kerongkongan saya terasa kering setelah berjalan menyusuri lorong, walaupun tidak terlalu jauh sebenarnya.
Sambil menikmati teh gelas, saya memutuskan untuk memotret suasana lalu lintas di Pasar Jumat dengan kamera handphone. Karena memang saya hobi jepret sana-sini walaupun dengan kamera sederhana. Setelah merasa cukup menyalurkan hobi fotografi saya dengan alat seadanya, saya memutuskan untuk naik angkot. Biasanya saya melewatkan beberapa angkot dan pilih-pilih angkot yang ingin saya tumpangi. Namun kali ini saya langsung naik begitu saja yang awalnya penumpangnya hanya dua orang, dengan saya berarti bertiga.
Kali ini saya tidak pilih-pilih angkot karena terbayang dengan kamar kosan saya yang kotor dan berniat membersihkannya sebelum gelap [karena waktu itu memang sudah agak sore sekitar pukul 16.40]. Mengingat sampah-sampah di depan kamar saya yang sudah menumpuk sekitar seminggu yang lalu.
Setelah saya duduk di dalam angkot, mulailah angkot itu berjalan perlahan, walaupun sebenarnya angkot itu mau ngetem lama. Tapi tidak jadi karena di depan ada petugas yang berjaga mengatur lalu lintas agar tidak macet. Karena ada beberapa calon penumpang yang ingin naik ke angkot yang saya tumpangi, pak supir akhirnya memutuskan untuk berhenti setelah melewati petugas yang berjaga tadi untuk menaikkan calon penumpang itu. [calon penumpang itu berlima (karena saya memang menghitungnya) mereka semuanya laki-laki yang umurnya sekitar 40-50an]. Setelah berlari-lari kecil mengejar angkot akhirnya calon penumpang itu naik juga kedalam angkot yang saya tumpangi.  
Dalam hati saya, kenapa penumpang ini rela berlari mengejar angkot yang sudah lewat? Padahalkan mereka bisa saja naik angkot yang lain tanpa harus berlari mengejar angkot yang sudah lewat. Tapi ya sudahlah, mereka sudah naik mungkin rejekinya pak supir juga.
Dinilah berawal hadiah yang saya maksud.
Setelah penumpang tadi naik, karena mereka berlima saya ingat betul posisi duduk  mereka. [Saya duduk di kursi bagian kanan yang dibelakang supir].Tiga orang duduk disamping kanan saya dan dua orang di depan saya. Angkot mulai berjalan beberapa meter, salah satu diantara penumpang tadi yang naik bersamaan, tepatnya yang duduk di depan saya, membagikan brosur/selebaran kepada penumpang lain yang ada di dalam angkot. Selebaran itu berisi tentang pengobatan-pengobatan tradisional, refleksi, pijat, penyembuhan tanpa operasi, dan lain-lain. Saya menganggap selebaran itu biasa saja, karena selebaran seperti ini sudah sering saya temukan.
Namun tiba-tiba penumpang yang membagikan selebaran tadi langsung meraih tangan saya dan memijatnya seolah-olah dia mempraktekkan pengobatannya secara langsung. Kemudian dia pindah ke kaki saya dan memijatnya agak lama dengan cara yang tidak biasa, dia menggoyang-goyangkan kaki saya ke kiri ke kanan memutar-mutarnya dan bercerita sedikit tentang keahliannya dalam penyembuhan.
Tidak lama berselang, penumpang yang membagikan selebaran tadi turun. Kemudian penumpang yang di samping saya mendekat dan menanyakan alamat praktek yang tertulis di selebaran tadi. Karena tulisannya agak kecil dan penumpang itu memang sudah agak berumur dan berkacamata. Tanpa menaruh curiga, saya langsung menunjukkan dan membacakan alamat yang dia maksud. Beberapa detik kemudian penumpang lain yang duduk di depan saya berkata “hp mu ada nggak?” saya langsung kaget dan memeriksa kantong saya dan ternyata handphone saya sudah tidak ada. Saya langsung panik, kemudian penumpang itu berkata lagi “hp mu diambil oleh orang yang tadi memijat kakimu”.
Angkot itu langsung di suruh berhenti oleh penumpang di depan saya dan menyuruh saya untuk mengejar penumpang tadi, katanya belum jauh dia bersembunyi dibalik pohon, sambil menunjuk pohon yang ia maksud. Dalam keadaan panik saya pun turun dari angkot dan merusaha mencari orang tadi tapi saya tidak menemukan siapa-siapa di balik pohon itu. Saya tetap menjaga pandangan kearah angkot berharap angkot itu tidak meninggalkan saya, tapi setelah beberapa saat angkot itu pun pergi. Kemudian Saya berhenti sejenak dan berpikir, kok bisa ya saya cuma di pijat kemudian handphone saya hilang bagaimana caranya? Solah-olah hal itu tidak masuk akal.
Kemudian saya sadar kalau semua penumpang yang berlima tadi, yang naik bersamaan, yang berlari mengejar angkot yang saya tumpangi adalah komplotan pencopet. Sebenarnya handphone saya tadi masih ada di dalam angkot. Orang yang memijat kaki saya ke kiri ke kanan dan memutar-mutarnya, itu merupakan usahanya untuk mengeluarkan handphone dari kantong saya. Dan orang yang bertanya tentang alamat yang yang ada diselebaran tadi adalah sang eksekutor yang bertugas untuk mengambil handphone dari kantong saya. Dan orang yang duduk di depan saya bertugas untuk menjauhkan saya dari mereka, kemudian yang lainnya bertugas berjaga-jaga kalau misalnya saya melawan.
Kejadiannya berlangsung begitu cepat dan mungkin dia sudah memutuskan untuk memilih saya sebagai mangsanya ketika melihat saya memotret-motret sesaat sebelum naik angkot. Itu pula alasan mereka rela berlari-lari mengejar angkot yang saya tumpangi, karena calon korbannya ada di dalam angkot tersebut.
Trik yang bagus menurut saya dan kejadian ini saya anggap sebagai hadiah ulang tahun saya yang akan jatuh beberapa hari lagi tepatnya 30 Januari nanti. Karena dari kejadian ini banyak hikmah yang saya dapat. Kejadiannya masih berlanjut [tadi kan saya bilang berakhir di kantor polisi]. Saya langsung ke Ciputat dan mencari angkot yang saya tumpangi tadi, tapi sayangnya tidak ketemu karena saya lupa mencatat plat dan nomor angkotnya.
Saya mencari angkot itu karena ingin menanyakan komplotan pencopet itu turun dimana, dan saya tau kalau supir angkot itu tidak ada hubungannya dengan pencopet-pencopet itu.
Saya mendatangi beberapa tongkrongan supir angkot dan menceritakan kejadian yang menimpa saya. Tapi mereka tidak bisa membantu karena tidak ada ciri yang bisa saya berikan. Dan menurut beberapa pengakuan supir, kejadian yang saya alami bukan hal baru bagi mereka karena mereka juga pernah mengalaminya. Mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk membantu korban pencopetan karena mereka juga mendapat ancaman dari komplotan pencopet itu.
Mereka hanya menyarankan untuk selalu berhati-hati di dalam angkot dan tidak langsung percaya kepada orang yang baru kenal dan sok akrab di dalam angkot. Nah, menurut saya itu merupakan salah satu hikmah juga yang saya dapatkan. Karena sebelumnya saya tidak pernah berani mendekati dan bertanya-tanya dengan orang lain apalagi supir-supir angkot. Tapi pada akhirnya saya bisa berbicara dan akrab dengan mereka dari kejadian itu.
Pusing..!!

Terakhir saya pergi melapor ke kantor polisi, walaupun saya tau polisi tidak bisa melakukan apa-apa untuk menemukan kembali handphone saya. Ini juga salah satu hikmah karena saya jadi berani ke kantor polisi sendirian yang sebelumnya saya selalu di temani. Di kantor polisi saya bertemu dengan orang yang pernah menjadi korban pencopetan empat tahun yang lalu, dengan modus dan trik yang sama, mungkin dengan pelaku yang sama juga.
Dari kejadian ini saya mengambil banyak hikmah yang sangat luar biasa dan berkesimpulan kalau kejahatan itu selalu ada hanya saja belum menimpa kita [semoga saja tidak]. Karena kejadian ini sudah menimpa orang lain empat tahun yang lalu dan saya baru saja mengalaminya beberapa hari ini (19/01). Yang bisa kita lakukan hanya mencegah dan melakukan persiapan menghadapi musibah itu. Karena kata teman kosan saya “musibah itu pada dasarnya adalah sebuah aib”. Jadi selalulah berhati-hati.
Selamat ulang tahun DBlogger. 


postingan ini adalah diikutsertakan dalam lomba posting di dBlogger dengan backlink http://dblogger.blogdetik.com



Ekspresi Seru debloGGer
f
Share
t
Tweet
g+
Share
?
erig
12:44 PM

Belum ada komentar untuk "Hadiah ulang tahunku yang pertama dan sangat fenomenal"

Post a Comment

Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Find Us :

Entri Populer

  • Kode Etik Jurnalistik
    Kode etik jurnalistik sangat penting bagi wartawan untuk mengatur etika-etika sang wartawan dan menentukan yang mana harus dilakukan dan ya...
  • TV ONLINE
    blog free download
  • Embun Pagi
    Ketika Jendela Terbuka Sinar Matahari Mencubit Manja Kulit Wajahku Membelai Halus Selembar Nyawaku Setetes Embun Ku Jilat Sejuk Mera...
  • PUTRA NABABAN SANG JURNALIS BERPRESTASI
    Putra Nababan mengawali karirnya di Koran Merdeka yang berubah nama menjadi Rakyat Merdeka, kemudian pindah ke Metro tv dan ke RCTI. Pria ...

Arsip Blog

  • ►  2013 (1)
    • ►  June (1)
  • ▼  2012 (27)
    • ►  November (1)
    • ►  May (7)
    • ►  April (5)
    • ►  March (5)
    • ►  February (2)
    • ▼  January (7)
      • Bagaikan Batu Kerikil Ditelan Lautan
      • Starts The End
      • Hadiah ulang tahunku yang pertama dan sangat fenom...
      • Busway Lama..!!!
      • Pemimpin Itu Inspirator
      • tiga logo
      • logo ku
  • ►  2011 (74)
    • ►  December (9)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (8)
    • ►  August (11)
    • ►  July (8)
    • ►  June (6)
    • ►  May (9)
    • ►  April (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2010 (27)
    • ►  December (10)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (10)

Pages

  • BERANDA
  • RADIO STREAMING
  • TV ONLINE
  • VIDEO
  • PICTURE

Pages

  • Home
ar_mutajalli. Powered by Blogger.
Copyright 2013 Blog Keywords - All Rights Reserved
Design by Mas Sugeng - Published by Evo Templates