Semua pekerjaan itu pada dasarnya hina, kecuali guru dan dosen (pengajar).
Coba anda perhatikan, semua pekerjaan itu hina pada dasarnya. Tidak ada pekerjaan yang lepas dari omelan, baik itu bawahan ataupun atasan. Jika kita sebagai bawahan, kita mungkin sering dimarahi oleh atasan kita karena tugas-tugas kita tidak dilaksanakan dengan baik. Namun jika seseorang sebagai atasan juga tidak terlepas dari omelan. Tapi yang memarahinya bukanlah bawahan melainkan klien yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang ia dapatkan.
Seseorang mungkin takut kepada atasannya, sampai-sampai untuk melintas di depannya saja segan. Tapi di mata klien, atasan (Direktur) itu tidak jauh beda dengan anak kecil yang sering dimarahin.
Begitu hinanya seorang Direktur sebuah perusahaan ketika dia dimarahi oleh kliennya yang tidak puas dengan pelayanannya, padahal yang melakukan kesalahan sebenarnya bukan dia (Direktur) melainkan bawahannya. Semakin tinggi jabatan seseorang di sebuah perusahaan maka semakin hinalah orang itu. tapi, untuk menghormati orang itu makanya dibuat kerenlah namanya. Baik itu Direktur, Manajer, Supervisor, dan lain sejenisnya…
Lain halnya dengan Guru dan Dosen. Guru dan Dosen itu sangat mulia pekerjaannya karena dia membagi ilmunya kepada semua orang dan itu akan menjadi amal jariahnya kelak. Walaupun kita lihat di negara kita tercinta ini masih banyak guru yang belum mendapatkan fasilitas yang layak sebagai guru. Masih banyak guru yang sudah mengabdi puluhan tahun sebagai Guru honor namun belum terangkat menjadi PNS. Untuk para guru bersyukurlah karena apa yang anda kerjakan adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia.
Untuk semua orang, yang harus diperhatikan adalah apapun pekerjaan kita terlepas dari hina mulianya suatu pekerjaan itu tidak penting. Yang terpenting adalah setiap pekerjaan yang kita lakukan haruslah dengan tulus, ikhlas, dan sungguh-sungguh dan selalu diniatkan dengan ibadah semoga mendapat berkah dari Allah lahir batin dunia akhirat.