Saya menemukan seorang kartini di masjid Al-jami’ah, dia sosok ibu separuh baya, umurnya sekitar 45 tahun. Sehari-hari dia sebagai cleaning service di salah satu masjid di Universitas Islam Negeri Jakarta. setip hari dia membersihkan toilet dan tempat wudhu wanita di masjid itu. Saya belum pernah berbicara langsung dengan beliau. Sehari-hari saya hanya melihatnya sepintas dan kadang-kadang memperhatikannya.
Pagi-pagi sekali setiap saya melewati masjid itu, beliau sudah ada di sana bersih-bersih. Kadang saya melihat dia mengelus-elus dadanya karena melihat lantai yang baru dipelnya dilewati oleh mahasiswa yang lalu lalang. Lantai yang sering dia bersihkan memang sudah bukan batas suci tapi masih area masjid, dan lantai itulah yang selalu membuatnya miris karena kadang mahasiswa lewat begitu saja dengan masih memakai sepatu tanpa sadar kalau lantai itu baru saja di pel oleh beliau.
Dia juga sering menyusun sepatu-sepatu mahasiswi, merapikannya. Karena kadang mahasiswi begitu saja melepaskan sepatunya dan masuk ke tempat wudhu tanpa merapikan sepatunya, padahal di situ sudah disediakan tempat sepatu.
Saya salut dengan beliau karena kesabarannya menghadapi mahasiswa yang kadang tidak tau diri, kedisiplinannya setiap pagi membersihkan tempat itu, kesadarannya akan pentingnya kebersihan dan keikhlasannya. Kalau saya perhatikan, dia membersihkan bukan cuma pagi saja, karena kapanpun saya lewat disitu, tempat itu selalu bersih. Padahal bisa dibayangkan berapa ratus mahasiswa yang selalu melewati tempat itu.
Sepertinya, yang dilakukannya bukan cuma cleaning service belaka. Mungkin karena dia membersihkan di masjid, jadi dia merasa ikhlas dengan apa yang dia kerjakan, dan tidak menjadikannya beban. Dia sudah menganggap apa yang dia lakukan setiap hari itu sebagai sebuah ibadah yang bernilai pahala disisi-Nya. Amiiiin..!!